Harga Emas Kembali Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    Sejumlah emas batangan seberat 1 kilogram dipamerkan di Korea Gold Exchange. Tidak stabilnya perekonomian menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Kamis 22 September 2016, menyusul pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat mempertahankan suku bunga utama tak berubah setelah penutupan pasar sehari sebelumnya.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 13,3 dolar AS, atau 1,00 persen, menjadi menetap di 1.344,70 dolar AS per ounce.

    Hasil pertemuan FOMC September mengisyaratkan bahwa bank sentral AS memiliki satu kali peningkatan suku bunga utamanya pada akhir tahun.

    Hingga penutupan Kamis, investor yakin The Fed mungkin menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

    Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada 12 persen pada pertemuan November 2016, dan 54 persen pada pertemuan Desember 2016.

    Para analis mencatat pemungutan suara Rabu adalah 7-3, dengan tiga anggota mendukung mempertahankan suku bunga yang sama.

    Ketiga anggota hawkish yang memilih untuk mempertahankan suku bunga mengatakan bahwa mereka tidak mendukung kenaikan suku bunga tahun ini, namun hasil dari pertemuan ini terutama sejalan dengan ekspektasi investor.  

    Meski laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat kemungkinan diabaikan oleh sebagian besar investor, itu mungkin menempatkan beberapa tekanan jangka panjang terhadap logam mulia karena klaim pengangguran awal turun 8.000, lebih baik dari perkiraan menjadi 252.000 klaim pada minggu yang berakhir 17 September.

    Para analis mencatat bahwa laporan klaim pengangguran tersebut kemungkinan akan meningkatkan harapan untuk laporan pekerjaan bulanan, yang merupakan berita positif bagi Federal Reserve.

    Pelemahan dolar AS juga memberikan dukungan terhadap logam mulia, karena indeks dolar AS turun 0,22 persen menjadi 95,29 pada pukul 17.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

    Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor.

    Namun, emas dicegah dari kenaikan lebih lanjut ketika indeks Dow Jones Industrial Average AS juga naik 120 poin atau 0,66 persen pada pukul 17.30 GMT.

    Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun, karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik.

    Perak untuk pengiriman Desember naik 33,1 sen, atau 1,67 persen, menjadi ditutup pada 20,099 dolar AS per ounce.

    Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah 14,9 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi ditutup pada 1.062,8 dolar AS per ounce, demikian menurut kantor berita Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.