IPW: Dana Repatriasi Masuk, Properti Menengah Atas Membanjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat maket perumahan dalam pameran Real Estate Indonesia di Jakarta, 5 Mei 2015. Penjualan properti tahun ini diprediksi menurun 50 persen dibanding tahun sebelumnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung melihat maket perumahan dalam pameran Real Estate Indonesia di Jakarta, 5 Mei 2015. Penjualan properti tahun ini diprediksi menurun 50 persen dibanding tahun sebelumnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan  sektor properti akan menggeliat di tengah program pengampunan pajak atau tax amnesty yang diberikan  pemerintah.

    "Deklarasi aset telah tembus angka Rp 1,011 triliun dengan dana repratiasi sekitar Rp 55 triliun sampai Rp 58 triliun. Mulai awal 2017 pasar properti menengah atas akan membanjiri pasar," kata Ali dalam diskusi Potensi Dana Repratriasi Tax Amnesty di Ranah Properti, Kamis, 22 September 2016.

    Ali memperkirakan dana repatriasi yang masuk  ke dalam negeri minimal Rp 150 triliun.  Sekitar 60 persennya diinvestasikan di sektor properti, terutama properti hunian menengah atas. "Semua invest-nya nanti akan ke apartemen menengah atas, rumah mewah, lalu office," kata dia.

    Ali memberikan saran untuk para investor yang ingin berinvestasi pada produk properti, bahwa para investor jangan sampai terpancing oleh harga murah yang ditawarkan pengembang. "Harga murah belum tentu bagus," ucapnya.

    Jika ingin berinvestasi properti hunian, menurut Ali, para investor harus memastikan memilih properti dari pengembang yang baik. "Pengembang kadang cuma bisa jual, tapi kurang bisa maintaining," ujarnya.

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.