Kredit Macet Perbankan Naik Jadi 3,2 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, 15 Agustus 2016. Tempo Channel

    Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, 15 Agustus 2016. Tempo Channel

    TEMPO.CO, Jakarta -  Bank Indonesia mencatat kenaikan rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) pada Agustus 2016 menjadi 3,2 persen dari tahun sebelumnya 3,18 persen.  Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan pihaknya melihat sejumlah bank cukup konservatif dan reaktif segera melakukan penyehatan kualitas kredit lagi.

    "Ini langkah yang baik, mereka sudah memperhitungkan yang terburuk," ujarnya di kantornya,  Kamis, 22 September 2016.

    Agus berujar, pencadangan perbankan untuk mengantisipasi risiko kredit itu sudah dilakukan dengan kehati-hatian. Menurut dia yang paling bisa berperan dalam menurunkan NPL adalah pertumbuhan ekonomi dunia dan nasional yang meningkat.

    Terlebih, pertumbuhan kredit saat ini masih belum optimal. Kondisi perekonomian global yang belum pulih, ujarnya, sangat mempengaruhi. Menurut Agus, walaupun demikian kondisi perekonomian dalam negeri masih terjaga.

    "Inflasi terjaga, transaksi berjalan terjaga, kredit yang tumbuhnya terbatas itu utamanya karena peran permintaan," ucap dia.

    Ekonomi dunia yang melemah, Agus berujar, cukup memukul ekspor Indonesia,  sehingga kegiatan usaha dan permintaan kredit pun relatif lemah. "Kredit dalam rupiah cukup, tapi outstanding dalam valuta asing turun tajam," katanya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.