Menteri Susi: Indonesia-Amerika Akan Patroli Laut Bersama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri KKP Susi Pudjiastuti berbincang dengan Secretary of State, John Kerry saat premiere preview Global Fishing Watch di Washington DC, AS, 14 September 2016. Wahyu Muryadi

    Menteri KKP Susi Pudjiastuti berbincang dengan Secretary of State, John Kerry saat premiere preview Global Fishing Watch di Washington DC, AS, 14 September 2016. Wahyu Muryadi

    TEMPO.CO, Jakarta  - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah melakukan pertemuan bilateral dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Washington DC, Amerika Serikat pada pekan lalu. "Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan," ujar Susi dalam konferensi pers di kantornya, Kamis, 22 September 2016.

    Kesepakatan tersebut adalah Indonesia bersama Amerika akan menggelar patroli bersama di perairan laut Indonesia. "(Patroli bersama dilakukan) saat kapal patroli Amerika lewat perairan kita," ujar dia.

    Menurut Susi, dalam setahun kapal patroli Amerika bisa berkeliling sampai 15 kali. Kesempatan itu dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dengan menggelar patroli bersama. "Karena kita diuntungkan," kata dia.

    Keuntungan yang didapat Indonesia, menurut Susi, adalah  memperkecil pengeluaran. Selain itu kapal patroli Amerika mempunyai peralatan yang lebih lengkap dan canggih. "Patrolinya di wilayah kita, bukan di wilayah negara lain," kata dia.

    Kerja sama lainnya, ujar Susi, ialah memaksimalkan penggunaan Port State Measures Agreement (PSMA). Saat ini PSMA telah diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2016 sebagai sarana untuk mendeteksi dan mencegah IUU fishing kapal. Misalnya melalui penguatan fungsi kontrol pelabuhan.

    Susi  menjelaskan permasalahan laut saat ini ialah banyak kapal pelaku pencurian ikan yang tidak mendaratkan tangkapannya di pelabuhan. "Mereka melalui transhipment di tengah laut," ujar dia.

    Karena itu, dibutuhkan kerja sama patroli dan investigasi bersama dengan Amerika dan negara lain yang tergabung dalam Safe Ocean Network. "Indonesia salah satu negara anggota," kata Susi.

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.