Kadin: Indonesia Bakal Pusat Pengolahan Perikanan Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan mengeluarkan sejumlah hasil tangkapannya di Natuna, Ranai, Riau, 18 Agustus 2016. Guna mempertahankan kedaulatan atas kepulauan Natuna dari para nelayan ilegal, membuat pemerintah Indonesia memberi dampak jera pada pelaku dengan menenggelamkan kapal-kapal nelayan ilegal. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Nelayan mengeluarkan sejumlah hasil tangkapannya di Natuna, Ranai, Riau, 18 Agustus 2016. Guna mempertahankan kedaulatan atas kepulauan Natuna dari para nelayan ilegal, membuat pemerintah Indonesia memberi dampak jera pada pelaku dengan menenggelamkan kapal-kapal nelayan ilegal. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri menargetkan Indonesia menjadi pusat pengolahan perikanan dunia dengan membangun sinergi bersama pemerintah menggenjot industri perikanan nasional.

    “Tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan perlu dioptimalkan baik untuk pemenuhan konsumsi ikan dalam negeri maupun pemenuhan permintaan ekspor,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto lewat siaran pers di Jakarta, Selasa (20 September 2016).

    Hal tersebut disampaikan Yugi usai bertemu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam rangka memberi masukan kepada Pemerintah untuk penyusunan peta jalan industri perikanan nasional.

    Menurut Yugi, diperlukan pengembangan program pembudidayaan udang, rumput laut, dan perikanan untuk mencapai target tersebut.

    Dengan tumbuhnya industri perikanan nasional, tambahnya, maka kesejahteraan nelayan Indonesia juga akan ikut meningkat.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis industri perikanan nasional segera tumbuh seiring komitmen pemerintah dengan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

    "Masa lalu, ekspor udang kita sangat bagus. Selain itu, ada industri-industri lain yang sudah advance di pasar ekspor pada bidang processed food, dan ada juga yang di kelompok ikan fresh dan kaleng. Ini yang akan kami terus dorong untuk tumbuh," kata Airlangga.

    Untuk itu, Airlangga bertekad menggenjot pertumbuhan industri perikanan nasional, yang menurutnya, diperlukan sinergitas yang kuat dengan pemangku kepentingan terkait.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.