Juanda, Bandara dengan Pelayanan Terbaik versi Kemenhub

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Bandara Internasional Juanda, Surabaya, bersama tiga bandara lainnya di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) meraih penghargaan Prima Utama pada ajang Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Perhubungan Tahun 2016.

    “Penghargaan pelayanan jasa publik dari Kemenhub ini dapat kami raih berkat kerja keras dari karyawan dan karyawati Bandara Juanda dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa," kata General Manager Bandara Juanda, Yuwono, dalam rilisnya, Senin, 19 September 2016.

    Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin, 19 September 2016. Yuwono berharap penghargaan itu membuat pihaknya termotivasi untuk terus meningkatkan pelayanan pengguna jasa. "Kami merasa antusias dan menyambut dengan gembira penghargaan ini."

    Sementara itu tiga bandara lain di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I yang menerima penghargaan Prima Utama adalah Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Ngurah Rai Bali.

    Sedangkan penghargaan Prima Madya diraih oleh Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Lombok, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Adapun Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin meraih penghargaan Prima Pratama.

    Penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Perhubungan merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun sekali oleh Kementerian Perhubungan. Penilaian penghargaan ini dilakukan secara independen.

    Tim penilai diketuai oleh Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Pelayanan Publik dan beranggotakan Wakil Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ombudsman RI, akademisi, pengamat transportasi, dan jurnalis.

    Penilaian dilaksanakan pada Juni-Agustus 2016 berdasarkan sembilan kriteria penilaian, yaitu visi, misi, motto pelayanan, standar pelayanan, sistem mekanisme prosedur, sumber daya manusia, sarana-prasarana pelayanan, dan penanganan pengaduan. Di samping itu berdasarkan survei kepuasan masyarakat, sistem informasi pelayanan publik, dan produktivitas dalam pencapaian target pelayanan.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.