Arab Saudi & Qatar Bakal Garap Wisata Terpadu Sumbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumalah wisatawan saat menikmati keindahan pantai Padang di Padang, Sumatera Barat, Senin (30/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumalah wisatawan saat menikmati keindahan pantai Padang di Padang, Sumatera Barat, Senin (30/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Investor asal Timur Tengah, tepatnya dari Arab Saudi dan Qatar menyatakan minat untuk menggarap potensi Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Sumatra Barat dengan potensi investasi di atas Rp1 triliun.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi menyebutkan sudah ada ketertarikan dari investor asal Timur Tengah untuk menggarap kawasan wisata kota Padang hingga kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan.

    “Awalnya KWT Gunung Padang seluas 400 hektare (Ha), tetapi investor minta lebih luas lagi. Maka dipadukan dengan Kawasan Mandeh, jadi 10.000 Ha lebih,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (19 September 2016).

    Menurutnya, karena terbatasnya areal KWT Gunung Padang, maka Pemprov Sumbar menggabungkan pengembangannya bersama kawasan Mandeh di Pesisir Selatan. Apalagi jarak Padang – Mandeh hanya 1 jam perjalanan darat.

    Adapun, KWT Gunung Padang meliputi Pantai Muaro Lasak, Danau Cimpago, Muaro Padang, Batang Arau, Pantai Air Manis, Taman Siti Nurbaya Gunung Padang, hingga Kota Tua Padang dengan area sekitar 400 hektare.

    Kawasan itu dipadukan dengan Kawasan Mandeh yang meliputi wisata bahari terpadu, wisata pulau, terumbu karang, menyelam, hutan mangrove, dan objek-objek wisata lainnya, dengan nama KWT Sumbar.

    Medi mengungkapkan, sebelumnya investor asal Qatar sudah menyatakan kesediaan menggarap kawasan Gunung Padang. Namun, belum ditentukan berapa nilai investasi yang ditanamkan untuk kawasan itu.

    Menurutnya, potensi investasi yang bisa dikembangkan antara lain pembangunan hotel dan resort, pengembangan wahana permainan, infrastruktur kawasan wisata, jasa, serta pembangkit energi.

    “Kami belum merinci, tetapi perkiraan awal termasuk dengan kawasan Mandeh, total potensi investasi di atas Rp1 triliun,” ujarnya.

    Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan pemda setempat membuka diri terhadap investasi pengembangan pariwisata di sejumlah daerah. Apalagi, seluruh kabupaten/kota di Sumbar memiliki potensi wisata unggulan.

    “Investasi terutama untuk penunjang kegiatan pariwisata, seperti perhotelan. Di Sumbar masih timpang. Hotel masih didominasi di Padang dan Bukittinggi,” katanya.

    Dia mengatakan, pemda setempat mendorong pemerataan pembangunan hotel di daerah itu, dengan memprioritaskan investasi di kawasan wisata yang tengah berkembang dan minim infrastruktur penunjang.

    Daerah potensial itu, seperti Mandeh di Pesisir Selatan, Solok Selatan, Tanah Datar, Agam, Limapuluh Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya. Nasrul mengungkapkan pariwisata adalah kunci pengembangan ekonomi Sumbar pada masa depan, mengingat minimnya potensi sumber daya alam daerah itu.

    Makanya, investasi sektor pariwisata menjadi prioritas, selain infrastruktur, industri pengolahan, dan panas bumi dan energi terbarukan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.