Amnesti Pajak, Uang Tebusan di BCA Sudah Rp8,7 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas kantor pelayana Amnesti Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Sudirman, Jakarta, 22 Juli 2016. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan target pendapatan pajak dari tax amnesty Rp 165 triliun cukup realistis meskipun Bank Indonesia malah memperkirakan penerimaan dari tax amnesty paling sedikit akan sebesar Rp 50 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas kantor pelayana Amnesti Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Sudirman, Jakarta, 22 Juli 2016. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan target pendapatan pajak dari tax amnesty Rp 165 triliun cukup realistis meskipun Bank Indonesia malah memperkirakan penerimaan dari tax amnesty paling sedikit akan sebesar Rp 50 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dana tebusan hasil program amnesti pajak di Bank Central Asia (BCA) Tbk selaku bank persepsi pembayaran tebusan dan repatriasi telah mencapai Rp8,7 triliun, kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

    "Yang penting kita monitor sekarang adalah tebusan. Itu kalau enggak salah sudah sekitar Rp8,7 triliun masuk ke kita," kata Jahja di Gedung Menara BCA, Jakarta Pusat, Senin (19 September 2016).

    Dana tebusan Rp8,7 triliun di BCA, kata Jahja, terhitung per Jumat 16 September 2016.

    Jumlah uang tebusan yang disetorkan di BCA itu hampir sepertiga dari total uang tebusan wajib pajak peserta amnesti pajak yang tercatat Rp23,5 triliun pada Senin (19/9) pukul 17.00 WIB dari total Surat Pernyataan Harta (SPH) yang dilaporkan.

    Jahja menyatakan BCA tidak menargetkan jumlah dana tebusan dan repatriasi yang akan didapat selama masa periode amnesti pajak. "Kita enggak berani target karena enggak punya pengalaman (dalam amnesti pajak), udah saja masuk silakan, kita tampung," jelas dia.

    Untuk repatriasi, Jahja mengatakan sudah ada dana masuk ke BCA, namun belum dihitung dan dianalisis hingga mendekati akhir 2016.

    Jahja belum mau mengungkapkan produk-produk investasi yang dibelanjakan peserta amnesti pajak dan juga asal negara dana repatriasi.

    "Dibawa masuk ke produk mana belum terlalu banyak karena batasnya kan sampai Desember. Kita belum analisa-analisa, wasting time (buang-buang waktu) kalau sekarang. Sekalian aja nanti kalau udah dekat November, Desember baru dilihat," tutur Jahja.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.