Kemenhub-AP Tinjau Usulan Lokasi Bandara di Tulungagung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah papan penunjuk terpasang seadanya di sisi

    Sebuah papan penunjuk terpasang seadanya di sisi "runaway", jalur pesawat terbang yang mangkrak di Bandara Notohadinegoro, desa Wirowongso, Jember, Selasa (19/3). Bandara Notohadingero yang berhenti beroperasi dan mangkrak sejak tahun 2007 ini sedang menunggu sertifikat operasi bandar udara dari Kementerian Perhubungan yang menentukan kelayakan operasional bandara ini. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura I meninjau lahan yang diusulkan sebagai lokasi bandara di wilayah Tulungagung bagian selatan, Jawa Timur, Kamis, 15 September 2016.

    "Dari empat yang kami usulkan, tim Kemenhub dan Angkasa Pura hanya meninjau satu lokasi yang ada di wilayah perbatasan antara Kecamatan Campurdarat dan Tanggunggunung," kata Bupati Syahri Mulyo mengkonfirmasi tindak lanjut usulan calon lokasi bandara di Tulungagung, Jumat, 16 September 2016.

    Menurut Syahri, probabilitas lahan yang ditinjau untuk dipilih sebagai lokasi bandara komersial sangat besar.

    Pasalnya, kata dia, lokasinya dinilai strategis yang mudah diakses dari jalur lintas selatan (JLS), kota Tulungagung maupun daerah-daerah lain sekitarnya.

    Selain itu, lanjut Syahri, lahan yang diusulkan berstatus hutan negara atau di bawah pengelolaan Perhutani sehingga proses pembebasan dinilai lebih mudah.

    "Apabila pemangku kepentingan banyak yang terlibat dalam pembangunan, maka pekerjaan akan segera tuntas. Selain itu dalam pembebasan lahan bisa lebih mudah," ujarnya.

    Syahri menuturkan, lahan yang diperlukan untuk pembangunan bandara minimal sekitar 200 hektare atau maksimal 500-an hektare.

    "Kami yakin Kemenhub dan PT Angkasa Pura I akan memilih lokasi dengan risiko minim untuk menghindari kendala dalam pembebasan lahan yang nantinya berdampak dalam pembangunan," ucapnya.

    Dari hasil peninjauan, kata Syahri, calon lahan di wilayah Tulungagung selatan itu layak dan memiliki nilai tinggi dibanding tiga titik lokasi yang diajukan pemda.

    "Karena melihat arah angin lokasi ini sangat bagus, serta untuk transportasi juga bisa terjangkau. Semoga nantinya Tulungagung bisa jadi ditetapkan untuk pembangunan bandara," ujarnya.

    Sebelumnya, Pemda Tulungagung mengajukan usulan empat lokasi bandara masing-masing di wilayah Kecamatan Rejotangan, Campurdarat, Tanggunggunung, dan Pakel.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.