Jawa Tengah dan Denmark Kerja Sama Kelola Energi Terbarukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kincir angin unik karya tim Universitas Negeri Malang saat diikut sertakan dalam ajang Kompetisi Kincir Angin Indonesia 2013, Pantai Baru, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, (1/12). Kompetisi ini bertujuan untuk mendukung penggembangan teknologi energi alternatif terbarukan. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sebuah kincir angin unik karya tim Universitas Negeri Malang saat diikut sertakan dalam ajang Kompetisi Kincir Angin Indonesia 2013, Pantai Baru, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, (1/12). Kompetisi ini bertujuan untuk mendukung penggembangan teknologi energi alternatif terbarukan. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Denmark berencana melanjutkan kerja sama di bidang bisnis. Kerja sama bilateral tersebut akan ditindaklanjuti setelah pilot project pengolahan sampah dan limbah industri menjadi energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di enam daerah di Jateng berakhir pada 2018.

    Pada pertemuan bilateral tersebut, selain membahas pilot project implementasi teknologi pengolahan sampah dan limbah yang tersebar di enam daerah di Jateng, Lone Dencker Wisborg didampingi Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge, konselor pembangunan dan perdagangan Jacop Stensdal Hansen, penasihat politik Alexander Skommer Larsen, penasihat senior Mette Strand Gjerlof, dan sejumlah staf, juga menyampaikan tentang kelanjutan kerja sama setelah proyek berakhir. 

    “Kunjungan kami kesini untuk mengetahui sejauh mana kemajuan enam pilot project yang sudah dikerjakan. Setelah dari pertemuan ini akan meninjau TPA Jatibarang untuk melihat prosesnya,” ujar Menteri Muda Bidang Kebijakan Luar Negeri Denmark, Lone Dencker Wisborg pada saat mengunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis, 15 September 2016.

    Wisborg optimistis proyek percontohan Environment Support Programme Phase 3 (ESP3) dapat berjalan dengan baik karena dikerjakan oleh pihak berkompeten dalam pengolahan sampah dan limbah.

    Enam Daerah

    Bahkan pilot project pengimplementasian teknologi pengolahan sampah dan limbah di enam daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Jepara, Tegal, Klaten, dan Kebumen tersebut dapat menjadi inovasi dan solusi penanganan persoalan sampah dan limbah.

    Untuk Kota Semarang akan dibangun pembangkit listrik berdaya 1,3 megawatt (MW) dengan bahan bakar gas metana dari sampah di TPA Jatibarang. Di Kabupaten Cilacap akan dibangun pengolahan sampah untuk dijadikan bahan bakar atau refuse-derived fuel di TPA Tritih Lor dengan kapasitas 120 ton sampah per hari.

    Di Kabupaten Tegal akan dilakukan pemindahan 25.000 ton limbah bahan berbahaya beracun (B3) hasil peleburan logam dari Desa Pasarean, Kecamatan Adiwerna.

    Adapun, di Klaten akan dilakukan penanganan limbah cair dan padat dari industri pati onggok di Desa Daleman dan Pucang Miliran, Kecamatan Tulung yang akan dijadikan gas untuk kebutuhan sehari-hari warga.

    Untuk Jepara akan dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sistem off-grid di Pulau Parang, Nyamuk, Genting Kepulauan Karimunjawa yang beroperasi 24 jam, dan Kabupaten Kebumen akan mengerjakan penanganan limbah industri batik rumahan.

    Gubernur Ganjar Pranowo berharap kerja sama  tersebut tidak hanya penanganan maupun pengelolaan limbah, tetapi lebih kepada konservasi pemanfaatan limbah menjadi energi meski kapasitasnya belum seperti yang diinginkan. Selain itu juga berlanjut pada kerja sama business to business, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.