Singapore Airlines Pensiunkan Airbus A380  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Airbus A380 milik maskapai Singapore Airlines lepas landas dari Bandara Internasional Changi, Singapura, 29 Juli 2014. Singapore Airlines merupakan maskapai pertama yang menggunakan pesawat A380. FYROL MOHD/AFP/Getty Images

    Pesawat Airbus A380 milik maskapai Singapore Airlines lepas landas dari Bandara Internasional Changi, Singapura, 29 Juli 2014. Singapore Airlines merupakan maskapai pertama yang menggunakan pesawat A380. FYROL MOHD/AFP/Getty Images

    TEMPO.COSingapura - Maskapai penerbangan Singapore Airlines telah memutuskan tak memperpanjang kontrak penggunaan pesawat Airbus A380.

    Padahal sebelumnya, Singapura merupakan pengguna pertama pesawat two-deck jet itu pada 2007. Namun maskapai ini memutuskan tidak memperpanjang kontrak yang telah berjalan hampir sepuluh tahun dan berakhir pada tahun depan itu. 

    Berita ini muncul setelah Airbus melakukan pengiriman melebihi separuh target untuk tipe A380. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pesawat dapat tergelincir dan menimbulkan kerugian bagi maskapai.

    "Pesawat pertama dari lima Airbus A380 kami sudah dikontrak selama 10 tahun dengan opsi dapat diperpanjang masa kontraknya. Kontrak pertama akan berakhir pada Oktober 2017 dan kami memutuskan tidak memperpanjang," kata juru bicara Singapore Airlines. "Untuk empat pesawat lain akan diputuskan nanti." 

    Pada Juli lalu, Airbus mengatakan pihaknya masih akan terhindar dari kerugian materi pada pesawat jet mereka pada 2017 seiring dengan sedikitnya 20 pengiriman pesawat. 

    Namun analis mengatakan pesawat besar, seperti A380 dan Boeing 747, telah jauh dari kenyamanan. Menurut mereka, pesawat jet kecil lebih menguntungkan karena lebih mudah diisi penumpang karena kemungkinan seat tersisa sedikit dan lebih murah dalam pengoperasiannya.

    DESTRIANITA | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.