IKM, Wajar Manfaatkan Sarana Digital

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memanggang adonan bakpia phatok di pabrik pembuatan Bakpia Phatok 25 di Yogyakarta, 14 Februari 2016. Bank Indonesia (BI) menyambut baik dukungan pemerintah kepada industri perbankan dalam memberikan kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program subsidi kredit usaha rakyat (KUR). TEMPO/Subekti

    Pekerja memanggang adonan bakpia phatok di pabrik pembuatan Bakpia Phatok 25 di Yogyakarta, 14 Februari 2016. Bank Indonesia (BI) menyambut baik dukungan pemerintah kepada industri perbankan dalam memberikan kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program subsidi kredit usaha rakyat (KUR). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong tumbuh kembang Industri Kecil Menengah (IKM) di era industri yang mengandalkan pertukaran data pada teknologi infrastruktur atau disebut industry 4.0 dengan memanfaatkan sarana digital.

    "Karenanya, Kemenperin menyasar para pelaku industri, terutama wirausaha muda, untuk menekuni dan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memperluas pasarnya," kata Airlangga melalui siaran pers di Jakarta, Rabu, (14/9/2016)

    Menurut Airlangga, tujuan pemanfaatan pasar digital adalah untuk membuat biaya menjadi nol dan efisiensi value chain.

    "Perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri juga kita ajak kerjasama untuk mendukung langkah ini," ujar Airlangga.

    Airlangga menyampaikan, penumbuhan IKM secara cepat dalam rangka mengisi persebaran industri di berbagai wilayah merupakan salah satu fokus Kementerian Perindustrian. 

     

    Kemenperin menargetkan pertumbuhan 20.000 wirausaha kecil baru, 4.500 wirausaha menengah baru serta rasio persebaran IKM di Jawa dan luar Jawa yang bergeser menjadi 60,34 banding 39,66. 

     

    Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, penyempurnaan database IKM merupakan salah satu prioritas yang harus segera dikerjakan, termasuk sinkronisasi dengan database IKM yang dimiliki oleh lembaga lain. 

     

    Selain itu, koordinasi antar sektor di dalam Kementerian Perindustrian juga diperkuat agar kebijakan dan program IKM sinergis dan saling mendukung dengan program kerja sektor lainnya.

     

    "Kita akan petakan program kerja IKM agar tidak berseberangan dengan program bagi industri besar. Misalnya dengan Ditjen ILMATE yang industrinya merupakan pasar untuk IKM," papar Gati.

     

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.