Industri Makanan Ingin Bisa Olah Daging Kerbau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging kerbau. shutterstock.com

    Ilustrasi daging kerbau. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri makanan meminta pemerintah untuk boleh mengolah daging kerbau menjadi bahan pangan industri daging olahan karena kesulitan impor daging sapi.

    Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan perbedaan harga daging sapi Australia dengan kerbau mencapai 60% meski ada perbedaan kualitas.

    “Kualitasnya beda tapi masih bisa dipakai. Kami sedang mengajukan. Sebenarnya impor daging kerbau dari India tujuannya untuk konsumsi, tapi untuk industri sedang mengajukan. Belum tau boleh atau tidak,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (14 September 2016).

    Dia mengatakan daging kerbau tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk makanan seperti sosis, kornet, dan bakso.

    “Kalau sudah jadi tidak ada bedanya, coba beli produk Malaysia misalnya bakso Malaysia,” pungkasnya.

    Sebelumnya pemerintah telah mengintruksikan Perum Bulog untuk impor daging kerbau hingga 100.000 ton yang terbagi menjadi 70.000 ton hingga akhir Desember 2016, sisanya 30.000 untuk persiapan puasa dan Lebaran.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).