Penjualan Emas Antam Menurun di Tahun 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menunjukkan emas batangan bermotif batik yang dipamerkan dalam Jakarta International Jewellery Fair di Jakarta Convention Center, Jakarta, 6 Mei 2016. Pameran perhiasan ini diikuti sekitar 200 peserta dari dalam dan luar negeri. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menunjukkan emas batangan bermotif batik yang dipamerkan dalam Jakarta International Jewellery Fair di Jakarta Convention Center, Jakarta, 6 Mei 2016. Pameran perhiasan ini diikuti sekitar 200 peserta dari dalam dan luar negeri. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Bogor - PT Aneka Tambang (Persero) mencatat angka penjualanan di dalam dan luar negeri untuk  semester 1 mencapai 5 ton emas. Dengan hasil ini diperkirakan penjualan tahun ini akan menurun dibanding tahun lalu.

    "Target penjualan tahun ini adalah 10.996 kg emas. Angka tersebut turun dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2015," kata Senior Vice President Corporate Secretary PT Aneka Tambang Persero, Trenggono Sutiyoso, Rabu 14 September 2016.

    Penurunan tersebut dikarenakan oleh perubahan kebijakan di pasar utama ekspor. "Perubahan importasi perhiasan emas menjadi salah satu faktor penurunan ini," ujar Trenggono.

    Vice President of Operation Unit Bisnis Pertambangan Emas PT Antam Rustaman menjelaskan pada tahun 2015 penjualan mencapai 14 ton emas, di mana penjualan sebesar 8 ton ke India. "56 persen dari total penjualan di India," katanya.

    Kontribusi produksi tambang emas di Indonesia berasal dari UBPE Pongkor sebanyak 1.015 kg. "Bahan baku sisanya berasal dari dalam negeri dan luar negeri," ujar Rustaman.

    Selama semester 1 tahun 2016 sebanyak 71 persen pendapatan PT Antam berasal dari emas. "Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan emas sebesar Rp 4,16 triliun," katanya.

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.