Jambi Dituntut Cetak Lahan Jagung 50 Hektare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panen raya jagung di Desa Mumbu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dari 65.000 hektare lahan jagung pada tahun 2012, saat ini luas lahan jagung di Dompu dapat mencapai angka sekitar 35.000 hektare. Tempo/Jati Mahatmaji

    Panen raya jagung di Desa Mumbu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dari 65.000 hektare lahan jagung pada tahun 2012, saat ini luas lahan jagung di Dompu dapat mencapai angka sekitar 35.000 hektare. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan  daerahnya ditugaskan oleh Menteri Pertanian untuk mencetak lahan jagung seluas 50 hektare sebagai upaya Jambi menuju mandiri pangan.

    "Itu kita diperintahkan langsung pak Menteri agar menyiapkan lahan seluas 50 ribu hektare untuk tanaman jagung," kata Gubernur Zola di Jambi, Senin (12 September 2016).

    Dengan tugas langsung dari Menteri tersebut, pihaknya akan menjadikan pertanian jagung menjadi fokus utama di Provinsi Jambi selain padi. "Tapi saya sudah sampaikan ke pak Menteri, kalau hanya di lahan masyarakat terbatas dan kami sedang mencari solusinya," katanya.

    Menurut Zola, solusinya adalah dengan menggandeng perusahaan perkebunan yang ada di Provinsi Jambi. Di mana perusahaan yang belum menanam komoditinya diminta menanam jagung terlebih dulu.

    "Perusahaan perkebunan itu di wilayah ini banyak sekali, itu bisa kami gandeng. Jadi kalau ada yang sawitnya belum ditanam, kami minta tanam jagung karena jagung kan cuma tiga bulan.

    Selain jagung, kami juga tetap akan fokuskan ke tanaman kedelai hitam untuk bahan baku pembuatan kecap dan tentunya tidak meninggalkan tanaman padi," katanya.

    Sementara untuk padi, petani Jambi bisa melakukan sistem tanam dua kali dalam setahun, hanya saja saat ini terkendala dengan musim hujan yang sangat minim.

    "Tapi kami cari solusinya, kami buat irigasinya, kami carikan pipa untuk pengairan. Kami harus bisa manfaatkan Sungai Batanghari yang sangat besar ini sebagai upaya menuju mandiri pangan," katanya menambahkan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.