Denpasar Siapkan 139 Petugas Kesehatan Hewan Kurban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemkot Denpasar menyiapkan 139 orang petugas kesehatan untuk mengecek kesehatan hewan dan daging kurban untuk Iduladha.

    Petugas yang berasal dari dinas terkait, dibantu dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tersebut akan mengawasi 149 tempat pemotongan hewan yang tersebar di berbagai masjid dan musala.

    "‎Pemeriksaan meliputi ante-mortem dan postmortem hewan kurban di sejumlah penjual-penjual sapi dan kambing," ungkap Kadis Peternakan Perikanan dan Kelautan Denpasar Anak Agung Gde Bayu Brahmasta, Jumat (9 September q2016).

    Menurutnya, pemeriksaan ante-mortem (sebelum hewan disembelih) sudah mulai dilakukan pada Kamis, dan kembali dilakukan Jumat ini. Pemeriksaan postmortem, kata Bayu Brahmasta, akan menyasar masjid, musala serta tempat-tempat yang dipusatkan sebagai pemotongan hewan kurban di Denpasar.

    Dia menyatakan hasil sementara pemeriksaan ante-mortem yang dilakukan ke sejumlah pedagang ternak kurban, tidak menemukan hewan-hewan kurban yang sakit. "Sejauh ini, belum ada ditemukan hewan yang sakit. Mudah-mudahan tidak ada," ujarnya.

    Selanjutnya pada Senin usai penyembelihan akan dilakukan pemeriksaan postmortem (setelah hewan dipotong).‎ Setelah penyembelihan selesai, semua bagian daging dan organ-organ dilihat apakah ada perubahan warna, bau, tekstur dan konsistensinya.

    "Pada hewan kurban, bagian-bagian yang diutamakan untuk diperiksa postmortem adalah kepala, hati, paru-paru, jantung, limpa dan daging. Pemeriksaan post mortem ini penting dilakukan untuk memeriksa kelayakan konsumsi serta untuk memastikan tidak ada penyakit yang akan ditularkan ke manusia yang akan mengkonsumsinya," jelasnya.

    Pihaknya juga mengimbau untuk warga Kota Denpasar yang hendak membeli atau menerima daging kurban untuk meneliti supaya tidak mendapatkan daging yang tidak sehat.

    Momen Iduladha biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, salah satunya dengan menjual daging sapi gelondongan. Masyarakat diminta harus tetap waspada, jangan membeli daging yang warnanya pucat.

    "Pilih daging yang segar. Sejauh ini kami tidak temukan adanya daging gelondongan di Denpasar, kami juga rutin melakukan pengecekan daging dari luar Denpasar," tuturnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.