FSRU Lampung Serap Kargo LNG Kelima dari Kilang Tangguh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di area fasilitas pencairan gas alam di Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, 21 September 2015. Pemerintah berencana menjadikan kawasan kilang LNG Tangguh sebagai Pusat Logistik Berikat. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Pekerja beraktivitas di area fasilitas pencairan gas alam di Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, 21 September 2015. Pemerintah berencana menjadikan kawasan kilang LNG Tangguh sebagai Pusat Logistik Berikat. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Fasilitas Floting Storage and Regasification (FSRU) Lampung kembali menyerap kargo LNG (gas alam cair) dari Kilang Tangguh, Papua. Pengisian kargo rampung hari ini, Kamis 8 September 2016.

    Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia Mugiono mengatakan kargo tersebut dikirim dari Papua menggunakan kapal Tangguh Towuti dan sampai di Lampung pada Ahad 4 September 2016. "Volume kargo LNG kelima tersebut mencapai 137.700 meter kubik," katanya  dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 September 2016.

    Mugiono mengatakan LNG akan terlebih dahulu diubah ke bentuk gas atau regasifikasi. Gas kemudian disalurkan melalui pipa bawah laut menuju stasiun penerima di Labuan Maringgai. Stasiun tersebut terhubung dengan pipa South Sumatera West Java (SSWJ) sehingga gas didistribusikan ke pelanggan PGN di Jawa bagian Barat dan Sumatera bagian Selatan.

    Baca Juga: Luhut: Presiden Marah, 2 Tahun Kilang Minyak Belum Kelar

    Direktur PGN Danny Praditya mengatakan keberadaan FSRU Lampung akan dimaksimalkan untuk memperkuat pasokan gas dalam negeri. FSRU Lampung juga berperan mendukung penyerapan produksi gas dan mengurangi impor gas bumi Indonesia.

    PGN telah menyalurkan gas bumi ke berbagai wilayah di Indonesia. Pelanggan PGN tersebar mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, sampai Papua. Infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun dan dioperasikan PGN hingga saat ini mencapai lebih dari 7.200 km. Jumlah tersebut setara dengan 76 persen total pipa gas hilir yang ada di seluruh Indonesia.

    Gas bumi PGN saat ini mengalir ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Gas tersebut juga disalurkan kepada 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

    Simak: Tulungagung dan Banyumas Segera Punya Bandara

    PGN juga menyalurkan gas bumi untuk transportasi. PGN mengoperasikan tujuh Statiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), mensuplai gas untuk delapan SPBG mitra, dan mengoperasikan lima Mobile Refueling Unit (MRU).

    "PGN akan terus membangun jaringan infrastruktur gas bumi, agar produksi gas nasional yang cukup besar mampu terserap lebih banyak ke dalam negeri," kata Danny.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.