Pata Travel Mart 2016, Wapres JK Promosi Wonderful Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan penulis buku

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan penulis buku "Jenderal Polisi RS Soekanto Tjokroadiatmodjo" Awaloedin Djamin saat peluncuran buku di PTIK Jakarta, 11 Agustus 2016. Buku itu berisi kisah Kepala Kepolisian RI pertama RS Soekanto. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mempromosikan pariwisata "Wonderful Indonesia" dengan berbagai keragaman seni, budaya, pantai, pegunungan, hingga kuliner kepada pelaku industri pariwisata Asia Pasifik yang hadir dalam Pata Travel Mart 2016.

    "Kami punya ribuan kilometer pantai, ribuan pulau, ratusan budaya, banyak sekali wisata kuliner makanan yang lezat-lezat, manusia-manusianya, tarian-tarian yang indah yang bisa ditemukan di Indonesia," kata Wapres Kalla dalam acara Welcome Reception & Opening Ceremony Pata Travel Mart 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong, Rabu (7 September 2016) malam.

    Kalla menyampaikan hal itu kepada para pelaku industri pariwisata yang hadir dalam acara PATA Travel Mart yang dihadiri 1.000 delegasi dari 60 negara.

    PATA Travel Mart merupakan event pameran dan bursa pariwisata terbesar di kawasan Asia Pasifik yang pada 2016 ini diikuti 262 buyers dari 56 negara plus 9 spouses; sellers (219 perusahaan, 416 delegasi dari 35 negara), dan media dari berbagai negara (65 media dari 15 negara plus 12 bloggers).

    Kalla berharap peserta PTM dapat menikmati waktunya ketika berada di Indonesia sekaligus banyak melaksanakan pertemuan dan kesepakatan bisnis.

    Bagi Kalla, kesempatan membuka PTM merupakan untuk yang kedua kalinya setelah pada 10 tahun lalu ia membuka acara serupa di Bali.

    "Pariwisata bukan hanya industri tapi kontak antarmanusia. Ini kesempatan untuk melihat pulau-pulau, pantai-pantai yang ada di Indonesia yang Wonderful Indonesia, untuk Malaysia Truly Asia, untuk India Incredible India," katanya.

    Menurut Kalla, pariwisata menjadi peluang dan kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain termasuk pada ajang PTM 2016 kesempatan bagi buyers dan sellers untuk bertemu dan menjajaki peluang bisnis.

    Secara khusus, Kalla mengatakan PTM telah menjadi tonggak untuk modernisasi di Indonesia.

    "PATA ini merupakan suatu tonggak untuk modernisasi, kami banyak membangun hotel dan fasilitasi-fasilitasnya untuk pelaksanaan PATA lalu, ini suatu panggilan bagi Indonesia," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.