Kemenpar dan Club Med Buka Properti Baru di Lombok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan mancanegara, menikmati keindahan pasir putih dan pemandangan yang disajikan di pantai Selong Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 2 September 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sejumlah wisatawan mancanegara, menikmati keindahan pasir putih dan pemandangan yang disajikan di pantai Selong Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 2 September 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Club Med, salah satu pionir industri hospitality premium kelas dunia tengah mempersiapkan ekspansi bisnis ke Lombok tahun ini.

    Henri Giscard d’Estaing, Chairman and CEO of Club Med, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan proses penandatanganan kontrak antara Club Med dengan Kementerian Pariwisata Indonesia guna membuka properti baru di Mandalika, Lombok.

    “Proyek di Lombok ini merupakan refleksi dari Club Med Bali 30 tahun yang lalu. Jadi kami membuka di kontur dan lokasi yang sama dengan Bali 30 tahun lalu, dimana kami bisa mengundang tamu untuk datang tidak hanya menikmati keindahan Bali saat itu, tetapi menikmati atau menghabiskan waktu juga di Lombok,” tuturnya kepada media, Selasa (6 September 2016).

    Hal tersebut sejalan dengan salah satu prinsip Club Med yakni menjadi pionir dan menjadi DNA dalam mencari lokasi atau destinasi terbaru, serta membuka atau mengembangkannya menjadi lokasi tujuan pariwisata, imbuhnya.

    “Oleh karena itu kami sangat tertarik dan bersemangat membuka di Mandalika dan kami bersyukur dapat bekerjasama dengan ITDC karena mereka mendukung tidak hanya dari infrastruktur, bahkan dari semua segi dalam membuat proyek ini,” ujarnya. Menurutnya, Indonesia memiliki daerah yang sangat indah sehingga pihaknya berniat melakukan ekspansi di beberapa tempat lain. Hanya saja, saat ini pihaknya masih fokus dalam pengembangan proyek properti yang telah ada yakni di Bintan dan Bali.

    “Kami akan membuka kegiatan baru yaitu surfing, dan tur ke kota lain sehingga semua tamu yang datang bisa menikmati surfing di Bali dan tidak hanya sekedar di daerah Club Med Bali atau Nusa Dua saja. Hal tersebut bertujuan agar tamu mempunyai kesempatan mengeksplor Bali dan destinasi terkenal lainnya di sekitar Bali,” jelasnya.

    Dia mengaku tidak menutup kemungkinan juga akan membuka properti di beberapa destinasi terbaru di Indonesia dengan memegang prinsip - prinsip sustainability ecosystem, yakni menjaga kelestarian alam yang sudah menjadi komitmen Club Med untuk tidak merusak lingkungan atau alam. CEO of East and South Asia & Pacific (ESAP) Club Med, Xavier Desaulles, menambahkan Indonesia sangat penting bagi Club Med karena Indonesia mempunyai orang-orang yang ramah dan sangat menjunjung tinggi pelayanan.

    “Orang-orang Indonesia juga sangat mengerti market serta cara memperlakukan tamu dengan baik yang kebanyakan adalah keluarga. Sehingga kami yakin dapat terus mengembangkan bisnis kami kedepannya,” ungkapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.