2017, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi Rp 19 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau kondisi Tol Cipali dari ruang Traffic Management Centre (TMC) di kantor Operasional PT Lintas Marga Sedaya, Subang, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pengelola jalan tol Cipali, memasang alat pemeriksa kecepatan atau speed gun yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol terpanjang di Indonesia tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas memantau kondisi Tol Cipali dari ruang Traffic Management Centre (TMC) di kantor Operasional PT Lintas Marga Sedaya, Subang, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pengelola jalan tol Cipali, memasang alat pemeriksa kecepatan atau speed gun yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol terpanjang di Indonesia tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 19 triliun pada 2017 untuk pelunasan obligasi yang sudah ada (refinancing) dan pendanaan proyek jalan tol baru. Direktur Keuangan Jasa Marga Anggiasari Hindratmo mengatakan penerbitan obligasi tahap awal akan dimulai di kuartal pertama pada 2017. 

    Anggiasari menjelaskan, sekitar Rp 2 triliun hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk refinancing. “Untuk tahap awal kami akan lihat market dulu, yang jelas kuponnya harus single digit karena kami ingin menurunkan cost of fund,” katanya kepada Bisnis, Selasa, 6 September 2016.

    Berdasarkan laporan keuangan Jasa Marga, per Maret 2016, Perseroan memiliki utang obligasi Rp 6,08 triliun, dengan Rp 1,4 triliun akan jatuh tempo tahun ini. Adapun jumlah obligasi yang akan jatuh tempo tahun depan mencapai Rp 1,5 triliun. Kisaran kupon obligasi yang ditanggung Jasa Marga berkisar 8,4-15,25 persen.

    Anggiasari menuturkan, pendanaan dari obligasi akan melengkapi sumber dana dari perbankan dan ekuitas dalam memenuhi belanja modal tahun depan yang diperkirakan mencapai Rp 28 triliun. Dia mengatakan tahun ini Jasa Marga akan meraup dana segar dari penerbitan saham baru sebanyak Rp 1,8 triliun. 

    Sebanyak Rp 1,25 triliun berasal dari penyertaan modal negara (PMN), sedangkan sisanya dari investor publik. Dana dari penerbitan saham baru akan digunakan untuk investasi pembangunan tiga ruas jalan tol, yakni Pandaan-Malang, Jakarta-Cikampek Elevated, dan Batang-Semarang.

    Saat ini, perusahaan berkode saham JSMR itu telah membenamkan modal di 17 ruas jalan tol dengan total ruas sepanjang 711,71 kilometer. Konsesi ruas tersebut sebagian besar dimiliki Jasa Marga dengan porsi saham lebih 51 persen.

    Beberapa ruas baru yang berhasil dimenangkan antara lain Manado-Bitung sepanjang 39,9 kilometer dengan investasi Rp 5,12 triliun. Selain itu, JSMR telah memenangkan lelang Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan Pandaan-Malang masing-masing sepanjang 99,35 kilometer dan 37,62 kilometer. Investasi untuk dua ruas jalan tol tersebut diperkirakan mencapai Rp 9,97 triliun dan Rp 5,97 triliun.

    Di sisi lain, Jasa Marga juga membuka peluang bagi perusahaan lain untuk bergabung dalam lelang Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated. Jalan tol ini akan dibangun sepanjang 36,4 kilometer dengan konstruksi layang di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sudah beroperasi. Dalam proyek ini, Jasa Marga bertindak sebagai inisiator.

    Sebagaimana diketahui, pihak inisiator memiliki hak mencocokkan, atau right to match, dalam proses lelang. Total investasi untuk konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, menurut perkiraan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), mencapai Rp 9,5 triliun. Adapun BPJT telah membuka tahap para-kualifikasi lelang ruas jalan tol ini. “Kalau sendiri, kami enggak kuat. Kami lihat ada penjajakan asing atau partner dalam negeri,” katanya.

    BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.