RI Undang Investor Taiwan Tanam Modal Sektor Maritim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan indahnya kepulauan Natuna yang dihuni nelayan-nelayan tradisional di Natuna, Ranai, Riau, 18 Agustus 2016. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Pemandangan indahnya kepulauan Natuna yang dihuni nelayan-nelayan tradisional di Natuna, Ranai, Riau, 18 Agustus 2016. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mengundang pemodal dan pengusaha Taiwan untuk berinvestasi di sektor maritim guna mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

    Direktur Perencanaan Investasi Agribisnis dan Sumber Daya Alam Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Hanung Harimba Rachman di Jakarta, Selasa (6 September 2016), mengatakan sektor maritim telah menjadi salah satu prioritas investasi yang ditargetkan terus meningkat dalam program lima tahunan.

    "Sektor maritim merupakan salah satu prioritas dalam rencana strategis kami sepanjang 2014-2019, di mana ada bidang galangan kapal, industri perikanan dan ruang pendingin yang bisa Anda masuki," kata Hanung dalam seminar bertajuk "Prospek Tata Kelola Maritim dan Kerja Sama antara Indonesia dan Taiwan".

    Selain itu, bidang lainnya yang juga terbuka bagi para investor Taiwan adalah sejumlah proyek infrastruktur seperti pelabuhan hingga energi di laut dalam.

    "Pada Januari 2016, pemerintah meluncurkan kebijakan percepatan proyek strategis nasional di mana ada 225 proyek yang juga terbuka bagi Anda karena menggunakan skema kerja sama pemerintah-swasta," katanya.

    Hanung menambahkan, investasi dari Taiwan penting bagi Indonesia yang tengah menuju fase industrialisasi. Taiwan sendiri, dikenal kuat dalam bidang industri karena memiliki teknologi mumpuni.

    "Taiwan ini menarik karena dia kuat di industri, sementara kita kan ingin industrialisasi, juga kuat di teknologi. Jadi cocok sekali karena kita ingin kembangkan maritim dengan basis teknologi," ujarnya.

    Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia Liang Jen Chang menyambut tawaran kerja sama di bidang maritim tersebut.

    Menurut dia, kerja sama Indonesia dan Taiwan di bidang maritim harus terus ditingkatkan merujuk adanya perubahan global. "Taiwan dan Indonesia sudah punya hubungan yang erat sejak bertahun-tahun yang lalu. Tapi di saat ini, hubungan yang sudah baik ini tak lagi cukup karena waktu kini berubah, terutama di sektor maritim," katanya.

    Data BKPM menunjukkan, Taiwan merupakan salah satu investor terbesar yang menanamkan modal di Indonesia. Sepanjang semester pertama 2016, Taiwan telah merealisasikan 816 juta dolar AS investasi di Indonesia melalui industri kertas dan sekitar 400 juta dolar AS di industri logam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.