Pemerintah Kaji Skema DIRE Berbentuk Saham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan tengah mengkaji sebuah skema penjualan Dana Investasi Real Estat (DIRE) dalam bentuk saham. Saat ini, pemerintah baru mengatur skema penjualan DIRE  berbentuk aset.

    "Saham di sini adalah saham dari perusahaan dalam kepemilikannya terhadap properti. Di Singapura ternyata ada dua-dunya. Jadi, Bu Nurhaida (OJK) tadi mengatakan akan cek persisnya," kata Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 5 September 2016.

    Menurut Darmin, skema penjualan DIRE yang berbentuk saham ini tidak perlu menggunakan penghitungan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan serta Pajak Penghasilan final. "Karena bentuknya saham yang dijual," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

    Dalam skema penjualan DIRE berbentuk aset, kata Darmin, imbalan yang nantinya dibagikan ke pembeli adalah penerimaan dari sewa yang dikurangi dengan biaya administrasi. Dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XI, hanya bangunan yang menerapkan sistem sewa lah yang bisa dijadikan sebagai aset DIRE.

    Sementara itu, menurut Darmin, dalam skema penjualan yang berbentuk saham, imbalan yang akan dibagikan ke pembeli adalah dividen dari seluruh kompleks properti. "Tapi Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) masih akan mengecek persisnya di Singapura sudah keluar atau belum. Tapi ini lebih simpel urusannya," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.