Cina Bakal Jadi Investor Terbesar di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rosan Perkasa Roeslani. wikipedia.org

    Rosan Perkasa Roeslani. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan, Cina bakal menjadi investor asing terbesar di Indonesia dalam dasawarsa mendatang.  Hal ini tercermin dari terus meningkatnya nilai investasi negeri Tirai Bambu itu di Tanah Air.

    "Komitmen Presiden Jokowi memangkas jalur birokrasi dan pengurusan izin telah menumbuhkan harapan besar bagi kalangan pengusaha Cina. Mereka sangat antusias untuk meningkatkan investasi di Indonesia," kata Rosan di Jakarta, Senin, 5 September 2016.

    Pernyataan itu disampaikan Rosan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo saat bertemu ratusan pengusaha Negeri Tirai Bambu, pada Forum Bisnis Indonesia -Cina di Shanghai, Cina, akhir pekan lalu.

    Rosan yang juga hadir pada pertemuan itu, mengungkapkan Presiden Jokowi secara langsung memberikan jaminan kepada pengusaha Cina mengenai berbagai kemudahan investasi seperti, Layanan Izin Investasi 3 Jam, Layanan Jalur Hijau, Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), dan regulasi investasi yang  lebih terbuka melalui perbaikan Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk mempermudah arus masuk investasi Cina ke dalam negeri.

    Selain Rosan, hadir pula Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

    "Memang masih ada kendala, terutama bahasa dan kemitraan. Tapi, saya yakin hal itu akan dapat teratasi. Satu hal yang harus dicermati adalah Indonesia kini menjadi salah satu negara tujuan investasi paling menarik bagi Cina," kata Rosan.

    Mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dia mengatakan, realisasi investasi asing pada triwulan II 2016 menunjukkan bahwa Cina kini berada pada urutan keempat setelah Singapura, Jepang, dan Hong Kong.

    Nilai investasi Cina mencapai 549 juta dolar AS yang tersebar di 499 proyek, sementara itu, Singapura berada di urutan teratas dengan investasi senilai 2 miliar dolar AS untuk 1.927 proyek, menyusul Jepang 1,3 miliar dolar AS, dan Hong Kong 597 juta dolar AS.

    "Investasi Cina naik sangat signifikan. Pencapaian Cina melampaui Malaysia yang nilai investasinya 393 juta dolar AS dan Belanda 346 juta dolar AS," jelas Rosan.

    Di sisi lain, dia mengaku sangat mengapresiasi konsistensi Presiden Jokowi untuk tetap mensinergikan kebijakan fiskal, moneter dan reformasi struktural bagi perbaikan ekonomi nasional. Keterpaduan kebijakan fiskal dan moneter selain dapat mendorong pergerakan sektor riil, juga akan memacu pertumbuhan investasi, produksi, distribusi, dan konsumsi.

    "Saya yakin, konsistensi pemerintah memperbaiki pertumbuhan ekonomi akan berdampak luas. Setiap kebijakan ekonomi harus mendorong pertumbuhan yang solid dan inklusif," katanya.

    Dikatakan, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dapat berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi global. "Tekad pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih terbuka dan kompetitif harus didukung," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.