Rupiah Senin Pagi Lanjutkan Penguatan ke Rp 13.182

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak menguat sebesar 65 poin menjadi Rp 13.182, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 13.247 per dolar Amerika Serikat.

    "Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS menyusul data serapan tenaga kerja di Amerika Serikat yang belum solid," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin, 5 September 2016.

    Rangga mengemukakan, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa penggajian pekerja non pertanian menambahkan 151 ribu pekerja di bulan Agustus, hasil tersebut di bawah harapan untuk kenaikan 180 ribu. Jumlah lapang pekerjaan yang tercipta di bulan Juli sebesar 275 ribu pekerja.

    "Peluang bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya berpotensi terpangkas setelah data serapan tenaga kerja non-pertanian yang turun, tidak hanya di bawah pencapaian bulan sebelumnya tetapi juga di bawah harapan pasar," kata Rangga.

    Dari dalam negeri, Rangga melanjutkan, pencapaian uang tebusan amnesti pajak yang disertai usaha pemerintah dengan mengundang pengusaha besar untuk ikut serta, berpeluang memberikan tambahan sentimen positif untuk rupiah.

    Selain itu, Rangga mengatakan bahwa angka inflasi Agustus 2016 yang relatif stabil cenderung turun juga dapat memperbesar peluang pemangkasan instrumen Bank Indonesia 7-Day Repo Rate dalam waktu dekat.

    Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova menambahkan bahwa potensi penurunan Bank Indonesia 7-Day Repo Rate diharapkan dapat membuat yield di surat utang negara (SUN) kembali menarik sehingga memicu capital inflow.

    "Pelonggaran kebijakan di pasar keuangan domestik diharapkan membantu pemulihan ekonomi," kata Rully.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?