PT Bursa Efek Indonesia Resmikan Tiga Galeri Investasi Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia pekan ini meresmikan tiga galeri investasi baru. Tiga galeri investasi tersebut berlokasi di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia Samarinda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta.

    “Pendirian galeri investasi bertujuan untuk memasyarakatkan dan mengedukasi pasar modal di lingkungan akademikus serta masyarakat sekitar,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 September 2016.

    Nicky menuturkan, dengan pendirian tiga galeri investasi baru, tercatat sudah ada 204 galeri di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Bursa Efek Indonesia pun mengedukasi pasar modal ke masyarakat luas.

    Misalnya dalam acara kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan masyarakat Banda Aceh. Selain itu, edukasi pasar modal dan sosialisasi kampanye Yuk Nabung Saham bagi rektor dan dosen di Universitas Kristen Indonesia Tomohon beberapa waktu lalu.

    Selain itu, Bursa Efek Indonesia mengundang para stakeholder bidang pasar modal untuk membuka perdagangan saham di bursa. Di antaranya adalah PT Mandiri Sekuritas, Korean Securities Depository, serta PT Artha Graha Internasional.

    Nicky menambahkan, investor asing juga melakukan aksi ambil untung di pasar saham domestik pada pekan ini. Mereka mencatatkan jual bersih senilai Rp 2 triliun. Namun, sepanjang tahun ini, investor asing masih mencatatkan beli bersih saham Rp 37,38 triliun.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.