Menteri BUMN dan DPR Dukung Bulog Impor Daging Kerbau India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Rini Soemarno kut senam aerobik dalam acara peluncuran produk daging kerbau yang diimpornya dari India di halaman gedung Bulog, Jakarta, 2 September 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Rini Soemarno kut senam aerobik dalam acara peluncuran produk daging kerbau yang diimpornya dari India di halaman gedung Bulog, Jakarta, 2 September 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mendukung Bulog mengimpor daging kerbau dari India. "Untuk impor tambahan, sekitar 70 ribu ton pun pasti akan diberi izin," kata Rini di Perum Bulog, Jakarta, Jumat, 2 September 2016.

    Namun Rini harus melihat dan memperhatikan pemotongan dan karantinanya, akan lebih baik jika mendapatkan label sertifikat. Dukungan kepada Bulog untuk mengimpor daging kerbau agar masyarakat mempunyai alternatif pilihan selain daging sapi. "Selain itu, harga daging kerbau jelas lebih murah dibanding daging sapi," ucap Menteri.

    Hari ini Bulog mulai mengkampanyekan konsumsi daging kerbau murah. Kampanye dihadiri Menteri BUMN dan Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menjelaskan, daging kerbau memang saat ini belum familiar di masyarakat. "Tapi, mulai saat ini, kami akan terus sosialisasi," ujar Djarot.

    Selain kualitasnya yang tidak kalah oleh daging sapi, tutur Djarot, daging kerbau harganya sangat murah. Berdasarkan hitungan Bulog, harga daging kerbau di pasaran sebesar Rp 65 ribu. "Kalau ada yang lebih mahal daripada harga itu, laporkan kepada kami," tuturnya.

    Sedangkan harga daging sapi di pasaran sebesar Rp 120 ribu. Selain lebih murah, kata Djarot, daging kerbau kaya protein dan rendah kolesterol.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mendukung keputusan impor daging kerbau itu. Menurut dia, semua strategi yang digunakan untuk kepentingan rakyat—dalam hal ini pangan—pasti akan mendapat dukungan DPR. "Ini juga terkait dengan ketersediaan dan keterjangkauan," katanya.

    Namun, kata Herman, sejalan dengan proses mengimpor daging kerbau dari India, pemerintah juga harus mencari strategi lain untuk menghindari ketergantungan. Misalnya, jika dagingnya bagus dan mendapatkan respons positif dari masyarakat, kerbau bisa mulai dibudidayakan di Indonesia.

    "Tadi Bu Rini bisikin saya seperti itu," ucap Herman. Untuk kualitas daging, Herman mengakui, daging kerbau memiliki kandungan protein dan rendah kolesterol serta harganya terjangkau. "Pasti diminati masyarakat."

    ODELIA SINAGA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.