Demi KTT G20, Cina Tutup 255 Perusahaan, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KAA, Bendera nasional Republik Rakyat Cina. Wikipedia.org

    KAA, Bendera nasional Republik Rakyat Cina. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Polusi merupakan masalah besar yang dihadapi Cina dan sudah lama menjadi sorotan dunia.  Karena itu, menjelang KTT G20, Cina dikabarkan telah menutup sementara ratusan perusahaan. Langkah ini diambil guna mengurangi polusi agar negara-negara anggota G20 tidak menyaksikan langsung bagaima parahanya pencemaran udara di Negeri Tirai Bambu tersebut.

    Saat ini sebanyak 255 perusahaan di Shanghai sudah berhenti beroperasi sementara, guna mengurangi polusi menjelang pelaksanaan KTT G20 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 4 hingga 5 September 2016.

    Penghentian sementara operasional juga berlaku bagi perusahaan minyak raksasa milik negara Sinopec Shanghai Petrochemical dan Baoshan Iron & Steel, perusahaan furnitur serta cat, demi mengurangi tingkat polusi di Shanghai, khususnya di Hangzhou yang hanya berjarak dua jam perjalanan darat.

    Demikian pernyataan resmi Pemerintah Shanghai, yang diterima Kamis (1 September 2016). Pihak berwenang Tiongkok pekan lalu meminta ratusan pabrik di lima provinsi untuk berhenti beroperasi.

    Menghentikan sementara operasional pabrik besar maupun kecil, merupakan hal rutin yang dilakukan Pemerintah Tiongkok, ketika dipercaya menjadi tuan rumah sebuah perhelatan besar berskala internasional, menyusul keberhasilan Olimpiade 2008 di Beijing.

    Langkah serupa dilakukan Tiongkok ketika menjadi tuan rumah KTT APEC 2014 di Beijing, yang dikenal dengan "APEC Blue", dan kini Tiongkok berupaya membuat hal serupa pada KTT G20 di Hangzhou, dengan semboyan "G20 Blue".

    Semboyan "G20 Blue" pun diterapkan ke seluruh kota dan provinsi yang berdekatan dengan Hangzhou, Provinsi Zhejiang, tempat pertemuan puncak negara-negara G20 digelar.

    Kontrol pabrik yang meliputi perusahaan kimia, produsen bahan bangunan dan produsen tekstil berlaku di seluruh daerah delta Sungai Yangtze di sekitar Shanghai dan mencakup Provinsi Zhejiang, Jiangsu, Anhui dan Jiangxi, serta sembilan kota di Provinsi Shandong, yang berjarak hampir 435 mil utara dari Hangzhou.

    Di Hangzhou, selain menutup pabrik, pembatasan penggunaan kendaraan juga telah dilakukan sejak beberapa pekan silam. Pemerintah setempat juga meliburkan penduduk selama satu pekan dan mereka didorong untuk berwisata ke luar dari Hangzhou.

    Departemen Perlindungan Tiongkok mencatat Beijing berada pada peringkat 66 dari 74 kota terpolusi di Negeri Panda tersebut. Shanghai dan Hangzhou masing-masing berada pada urutan 57 dan 43.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.