Bank Indonesia: Penundaan DAU Tak Ganggu Likuiditas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran Dewan Gubernur dan pimpinan Bank Indonesia dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur triwulanan BI, di Kompleks BI, Thamrin, Jakarta, 19 Agustus 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Jajaran Dewan Gubernur dan pimpinan Bank Indonesia dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur triwulanan BI, di Kompleks BI, Thamrin, Jakarta, 19 Agustus 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia meyakini penundaan penyaluran dana lokasi umum ke daerah tak akan mengganggu likuiditas yang saat ini jauh mencukupi.

    Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral menjamin likuiditas di perbankan tetap longgar sehingga penyaluran kredit ke masyarakat tidak tertahan.

    Menurutnya, langkah BI untuk menurunkan tingkat Giro Wajib Minimum (GWM) Primer sejak akhir tahun lalu telah menambah aliran likuiditas ke perbankan hingga Rp40 triliun.

    "Stance kita adalah pelonggaran moneter. Kami pastikan likuiditas nasional dan daerah tidak akan terganggu sehingga cukup bagi perbankan untuk menyalurkan kredit," katanya, di Jakarta, Rabu (31 Agustus 2016).

    Seperti diketahui, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 125/PMK.07/2016 menetapkan penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) ke 169 daerah dengan total Rp19,4 triliun pada tahun ini.

    Likuiditas juga masih terjaga baik mengingat aliran dana dari asing yang masuk ke portofolio sejak awal tahun hingga pekan lalu mencapai Rp160 triliun. Di sisi lain, bank sentral akan terus memantau perkembangan likuiditas sehingga siap mengantisipasi ketika likuiditas di perbankan mengetat. 

    "Dan kalau memang ada tanda likuiditas mengerat, kami tidak segan untuk menambah likuiditas di perbankan agar bank mamupu salurkan likuiditas di sektor riil," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.