Banyumas Bakal Jadi Percontohan Gula Kelapa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggunakan mesin untuk mengaduk gula kelapa produksi petani tradisional yang dimasak kembali menjadi gula kelapa standart ekspor di UKM Ngudi Lestari, Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 24 Juli 2015. Dalam pembuatan, UKM ini mendatangakan gula kelapa petani tradisional dari berbagai daerah di Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. TEMPO/Budi Purwanto

    Pekerja menggunakan mesin untuk mengaduk gula kelapa produksi petani tradisional yang dimasak kembali menjadi gula kelapa standart ekspor di UKM Ngudi Lestari, Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 24 Juli 2015. Dalam pembuatan, UKM ini mendatangakan gula kelapa petani tradisional dari berbagai daerah di Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyumas akan ditetapkan sebagai daerah percontohan produksi gula kelapa. Hal itu diputuskan dalam kunjungan Pusat Penanganan Isu Strategis (Puspitra) Kementerian Perdagangan ke Kabupaten Banyumas, 24-26 Agustus 2016.

    Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Kemendag, Ni Made Ayu Marthini menyatakan, ada enam strategi pengembangan gula kelapa. Keenam strategi itu merupakan hasil pertemuan dengan Pemda Banyumas, para petani, dan kelompok tani.

    "Inilah sinergi yang dibangun pusat dan daerah. Selanjutnya, Banyumas akan menjadi pilot project komoditas kelapa,” kata Made di Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu, Made bertemu Bupati Banyumas Ahmad Hussein, petani gula kelapa, serta kelompok tani di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan, termasuk di antaranya audiensi 20 Kepala Desa se-Kecamatan Cilongok di kantor Kemendag Jakarta, 26 Juli 2016.

    Menurut Made, di antara enam strategi pengembangan gula kelapa, yang pertama adalah upaya memperpendek rantai pemasaran gula kelapa agar terdapat margin yang lebih tinggi untuk petani. Kedua, peningkatan kualitas dan kuantitas melalui sistem budidaya yang kelapa yang baik. Ketiga, peremajaan tanaman kelapa dengan bibit kelapa genjah untuk mengurangi risiko kecelakaan saat mengambil nira. Kelapa genjah adalah tanaman kelapa yang batangnya pendek, usia panen cepat, dan produktivitasnya tinggi.

    Keempat, pengoptimalisasian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk mengurangi ketergantungan petani gula kelapa terhadap tengkulak. Kelima, perlunya komitmen petani untuk menjaga kualitas gula kelapa, termasuk melalui pengolahan dapur komunal. Terakhir, rencana penetapan Kecamatan Cilongok sebagai pilot project pengembangan gula kelapa melalui program rebranding/packaging produk gula kelapa.

    Sementara itu, Bupati Banyumas Ahmad Hussein memberi perhatian dan berkomitmen mengembangkan gula kelapa ini, terutama untuk tujuan ekspor. “Kami berkomitmen melakukan pengadaan bibit kelapa genjah untuk menjaga kesinambungan penderes nira," katanya.

    Ahmad juga mencanangkan perluasan program kelapa organik. Saat ini dari 1,6 juta pohon kelapa penghasil gula kelapa, baru 80 ribu saja yang bersertifikat organik. Bupati Banyumas menargetkan 500 ribu pohon kelapa memiliki sertifikat organik melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.