PT PP Realisasikan Pembentukan PP Infrastruktur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pemukiman warga di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, 14 Juli 2016. Direncanakan, relokasi mulai dilaksanakan setelah infrastruktur rampung dikerjakan, paling lambat Agustus mendatang. TEMPO/Subekti

    Foto udara pemukiman warga di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, 14 Juli 2016. Direncanakan, relokasi mulai dilaksanakan setelah infrastruktur rampung dikerjakan, paling lambat Agustus mendatang. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT PP (Persero) Tbk., merealisasikan pembentukan anak usaha baru yaitu PT PP Infrastruktur yang disiapkan untuk mengelola aset induk usaha.

    Perusahaan itu telah didirikan dimana salah satu dasar hukumnya adalah akte pendirian perusahaan. PTPP selaku induk usaha telah memberi penyertaan modal kepada anak usaha baru itu.

    Sekretaris Perusahaan PTPP Agus Samuel Kana memaparkan nilai penyertaan tersebut sebesar 12.375 saham atau mewakilii 99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perusahaan senilai Rp12,37 miliar.

    “Pembentukan usaha patungan ini turut menunjang kegiatan usaha perseroan dimana perseroan akan memperoleh recuriring income dari penyertaan tersebut sehingga memperkuat keuangan perseroan, tidak ada dampak hukum dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha emiten,” paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30 Agustus 2016).

    Selain PTPP, pemegang saham perusahaan itu antara lain Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan.

    Berdasarkan penjelasan manajemen perusahaan sebelumnya, PP Infrastruktur akan mengelola aset-aset perusahaan di bidang infrastruktur. Seperti diketahui, perusahaan tidak hanya bertindak sebagai kontraktor ruas jalan tol, tapi juga investor.

    Belum lama ini perusahaan memenangkan lelang proyek jalan tol bersama perusahaan lain yang tergabung dalam konsorsium. Ruas tol itu antara lain Pandaan-Malang (38 kilometer/km) di pulau Jawa, jalan tol Balikpapan-Samarinda (99,35 km) di pulau Kalimantan dan jalan tol Manado-Bitung (39 km) di pulau Sulawesi.

    Dalam perusahaan patungan yang mengelola sejumlah ruas jalan tol tersebut, PTPP telah melakukan penyertaan modal dan memiliki saham masing-masing sebesar 15%. Saham terbesar masih dimiliki oleh korporasi jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dengan porsi di atas 51%.

    Perusahaan juga memiliki penyertaan di proyek jalan tol seperti jalan tol Depok-Antasari, jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 4B dan jalan tol Kualanamu-Tebinggi Tinggi seksi 5.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.