Indonesia Pasar Potensial Industri Baja Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pabrik baja. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Ilustrasi Pabrik baja. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan baja Korea Selatan Posco menilai Indonesia merupakan pasar potensial sejalan dengan terus berkembangnya industri otomotif, infrastruktur, serta konstruksi.

    "Penggunaan baja di Indonesia akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang sehingga kami menilai prospeknya akan makin membaik dengan makin tumbuhnya berbagai sektor industri yang membutuhkan baja," kata General Manager PT Posco Indonesia Inti June Hwang, Selasa (30 Agustus 2016).

    Menurutnya, perusahaan telah menggandeng PT Krakatau Steel sejak 2010 untuk memproduksi baja dan sebagai bagian strategi bisnis untuk memasarkan produknya dan mengembangkan usaha di Indonesia.

    Perekonomian di Indonesia yang makin baik dan berkembang dinilai sangat membutuhkan baja untuk mendukung pembangunan baik sektor otomotif, infrastruktur, konstruksi, pabrik, hingga alat-alat rumah tangga.

    "Untuk sektor otomotif misalnya, di Indonesia setidaknya memproduksi satu juta unit mobil berbagai merek dan itu semua membutuhkan baja sebagai salah satu materialnya," katanya.

    Baja, katanya, saat ini merupakan material yang sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor. Dia mencontohkan pembangunan jalan tol yang saat ini sedang digiatkan Pemerintah Indonesia juga membutuhkan baja sebagai pondasi jalan.

    Melihat prospek perekonomian di Indonesia yang baik, dia memperkirakan kebutuhan baja akan meningkat dan kemungkinan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan nilai investasi bisa bertambah.

    Saat ini kapasitas produksi PT Posco Indonesia Inti mencapai tiga juta ton per tahun dan pabriknya di Cilegon, Banten memiliki nilai investasi US$3 miliar.

    "Kita masih melakukan pembicaraan dengan Krakatau Steel dan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan nilai investasi dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan baja di Indonesia," katanya.

    PT Posco Indonesia Inti sahamnya 70% dimiliki Posco Korea Selatan dan Krakatau Steel 30%. Selain mengembangkan usaha di Indonesia, Posco juga memiliki perusahaan di China, Meksiko dan Amerika Serikat.

    Dia mengatakan pesaing utama baja di Indonesia adalah datang dari China dan bahkan negara tersebut merupakan produsen terbesar baja terbesar di dunia.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.