Pemerintah Resmi Buka Pelayaran Meulaboh--Sinabang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah fery yang melayani penyeberangan antara Merak-Bakaheuni di selat Sunda, Merak, Banten. TEMPO/Adri Irianto

    Sebuah fery yang melayani penyeberangan antara Merak-Bakaheuni di selat Sunda, Merak, Banten. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah resmi membuka pelayaran Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat menuju Sinabang Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, dengan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang tiga hari dalam satu minggu.

    Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi (Dishubtel) Aceh Barat Saiful AB, di Meulaboh, Selasa (30 Agustus 2016), mengatakan pelayaran pertama Meulaboh-Sinabang dimulai Senin (29 Agustus 2016) siang dengan jumlah penumpang diberangkatkan 57 orang.

    "Untuk selanjutnya sesuai jadwal tetap yang sudah kita rancang bersama PT ASDP, untuk pelayaran Meulaboh-Sinabang PP akan dilakukan dalam satu pekan tiga kali, yakni Senin, Rabu dan Sabtu,"jelasya.

    Sebagaimana janji Pemkab Aceh Barat kepada masyarakat yang disampaikan oleh kepala daerah Teuku Alaidinsyah, dibukanya trayek pelayaran Meulaboh-Sinabang sebagai kado di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Dibukanya pelayanan untuk pelayaran trayek melalui Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh yang berlokasi di Kecamatan Samatiga tersebut, setelah sebelumnya berhasil dilakukan uji sandar serta turunnya SK dari Gubernur Aceh.

    Saiful AB menjelaskan, untuk trayek Meulaboh-Sinabang pelayaran dilakukan pada siang hari, yakni berangkat dari dermaga tepat pukul 13.00 WIB, menginggat kondisi geografis dermaga baru serta faktor cuaca.

    "Kita usahakan keberangkatan siang, karena mempertimbangkan dermaga baru dan kondisi laut sedikit tinggi gelombangnya. Jadi untuk memudahkan masyarakat dan efektifnya pelayaran kita mengambil tiba dari Simeulue pukul 08.00 WIB pagi dan siangnya pukul 13.00 WIB diberangkatkan," jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, pada hari pertama bersandarnya KMP Teluk Sinabang berangkat dari Kabupaten Simeulue mengangkut penumpang sebanyak 157 orang ditambah kendaraan roda dua dan roda empat 17 unit, tiba pukul 08.30 WIB.

    Penumpang yang tidak memiliki kendaraan langsung diangkut dengan mobil Damri yang telah disiapkan oleh Pemkab Aceh Barat sebagai pengelola terminal dan dermaga dalam lokasi pelabuhan penyeberangan Meulaboh.

    Kemudian pukul 13.30 WIB KMP Teluk Sinabang berangkat dari dermaga Meulaboh-Sinabang dengan muatan 57 orang penumpang serta 15 unit kendaraan, masih sedikitnya jumlah muatan karena keberangkatan perdana.

    "Memang untuk perdana masih sedikit volume muatan karena baru dibuka. Mungkin masyarakat belum seluruhnya tersosialiasi bahwa pelabuhan penyeberangan di Meulaboh sudah dibuka kembali,"katanya.

    Untuk lamanya waktu pelayaran trayek Meulaboh-Simeulue yang menempuh 105 mil mengarungi Samudera Hindia Indonesia, antara 9 jam - 10 jam perjalanan, demikian juga sebaliknya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.