Taman Nasional Lore Lindu Kembangkan 2 Objek Wisata Unggulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamapran air laut berwarna biru yang tenang di Togean, Sulawesi Tengah. Wisatawan yang berkunjung ke Toegan dapat menikmati berbagai wisata seperti menyelam dan snorkelling di Pulau Kadidiri, memancing ,menjelajah alam hutan di Pulau Malenge, mengunjungi gunung Colo di Pulau Una-una dan mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan. TEMPO/Isma Savitri

    Hamapran air laut berwarna biru yang tenang di Togean, Sulawesi Tengah. Wisatawan yang berkunjung ke Toegan dapat menikmati berbagai wisata seperti menyelam dan snorkelling di Pulau Kadidiri, memancing ,menjelajah alam hutan di Pulau Malenge, mengunjungi gunung Colo di Pulau Una-una dan mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan. TEMPO/Isma Savitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) saat ini sedang mengembangkan dua dari sejumlah obyek wisata unggulan yang berada di dalam kawasan lindung di Sulawesi Tengah. Pelaksana tugas Kepala Balai Besar TNLL, Bustang, di Palu, Selasa (30 Agustus 2016), mengatakan kedua objek wisata itu adalah penangkaran burung maleo (macrocephalon maleo) dan Danau Tambing.

    Objek wisata penangkaran maleo, satwa endemik di Pulau Sulawesi, itu terletak di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi dan Danau Tambing di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

    Bustang mengatakan kedua objek wisata tersebut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini mendapat perhatian prioritas dari pihak pengelola TNLL untuk menarik banyak wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

    Berbagai sarana dan prasarana di dua lokasi objek wisata yang kini mulai banyak dikunjungi turis asing terus dibenahi. Mulai dari perbaikan jalan masuk ke lokasi sampai dengan sarana dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan di lokasi objek wisata.

    Terutama, kata Bustang, adalah listrik, air bersih dan MCK serta pondok-pondok untuk tempat menginap para wisman. Biasanya turis asing lebih suka menginap di lokasi objek wisata daripada mencari penginapan di luar.

    Makanya, kata Bustang, listrik dan air bersih serta MCK sangat dibutuhkan dibangun di lokasi objek wisata dan itu sudah disediakan pihak TNLL sebagai pengelola kawasan lindung tersebut.

    Dalam setahun terakhir ini, katanya, wisman yang berkunjung ke objek wisata penangkaran maleo dan Danau Tambing meningkat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Setahun terakhir ini, jumlah kunjungan wisman meningkat mencapai 300 orang dibandingkan sebelumnya paling banyak 80-an orang. Rata-rata wisman yang mengunjungi dua objek wisata di kawasan TNLL itu adalah para mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara.

    Khusus di loksi penangkaran maleo, para wisman umumnya tertarik mengamati dan meneliti satwa endemik tersebut. Begitu pula objek wisata Danau Tambing, wisman mengamati dan meneliti berbagai jenis burung langka yang hanya ada di sekitarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.