Produksi Berlimpah & Dolar Menguat Bikin Harga Minyak Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Sue Ogrocki

    AP/Sue Ogrocki

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia turun pada Senin atau Selasa pagi WIB (30 Agustus 2016), di tengah kekhawatiran pasar atas meningkatnya produksi minyak mentah Timur Tengah dan dolar AS yang lebih kuat.

    Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober kehilangan 0,67 dolar AS menjadi menetap di 46,97 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 0,66 dolar AS menjadi ditutup pada 49,26 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

    Irak, yang telah mengekspor minyak mentah lebih banyak dari pelabuhan selatan pada Agustus, akan terus menambah produksinya, menteri minyak negara itu mengatakan pada Sabtu, menurut laporan-laporan media.

    Harapan kesepakatan untuk mengurangi produksi saat negara-negara penghasil minyak bertemu di Aljazair bulan depan, sementara tampak telah berkurang.

    Harga minyak juga di bawah tekanan setelah indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, melonjak ke tertinggi tiga minggu di sesi sebelumnya karena spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun.

    Sebuah penguatan greenback memperlemah sentimen pasar karena membuat minyak yang dihargakan dalam dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

    Dolar AS menguat menyusul pembicaraan relatif "bullish" dari Federal Reserve AS. Dalam pidatonya pada Jumat lalu (26 Agustus 2016), Ketua Fed Janet Yellen mengatakan ada peningkatan pembenaran untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.