Idul Adha, Mentan Siapkan 10 Ribu Ton Daging Impor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2.390 sekor sapi yang didatangkan dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 2 September 2015. Impor sapi potong dari Australia guna meredam kenaikan harga daging sapi. Tempo/Tony Hartawan

    2.390 sekor sapi yang didatangkan dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 2 September 2015. Impor sapi potong dari Australia guna meredam kenaikan harga daging sapi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian akan mendatangkan 10 ribu ton daging impor. Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, daging impor ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

    "Kami sudah buka impor, sebentar lagi datang 10 ribu ton," kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 29 Agustus 2016. Mentan tidak menjawab ketika ditanya asal negara daging impor itu. "Pokoknya jangan ditanya dari mana."

    Amran menjelaskan daging-daging impor itu didatangkan dari sejumlah negara. Namun, yang paling penting adalah pemerintah hadir menyiapkan daging untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. "Intinya daging kami siapkan," ujarnya.

    Baca Juga: Kementan Estimasi Daging Impor Masuk Lebih dari 10 Ribu Ton

    Amran menjanjikan saat daging impor itu masuk, maka harga bisa diturunkan sampai di bawah harga yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, yaitu Rp 80 ribu. "Harganya nanti di bawah Rp 80 ribu per kilogram," tuturnya.

    Kementerian Pertanian sebelumnya berencana mendatangkan daging kerbau dari India. Rencana impor kerbau ini untuk memberikan variasi kepada konsumen sehingga bisa menekan harga daging sapi.

    Ihwal impor daging kerbau, Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan pihaknya sedang menuntaskan protokol karantina dengan pemerintah dan otoritas India. Sebab, Indonesia meminta jaminan kepada India agar daging tersebut memenuhi syarat sampai dikapalkan.

    Simak: Muhammadiyah Akan Gugat UU Pengampunan Pajak ke MK 

    "Agar sesuai dengan impor protokol yang diputuskan Direktur Jenderal Peternakan," kata Banun di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Juli 2016. Banun menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada kerja sama daging kerbau impor dengan India. Ditegaskan bahwa impor daging kerbau tidak dilakukan dalam waktu dekat.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).