Bank Mandiri Tawarkan Bunga KPR 8,5 Persen untuk 5 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ATM Bank Mandiri. REUTERS/Iqro Rinaldi

    ATM Bank Mandiri. REUTERS/Iqro Rinaldi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri tengah berupaya menggenjot pertumbuhan bisnis kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga akhir tahun ini. Salah satunya dengan menawarkan program suku bunga efektif 8,5 persen fixed 5 tahun yang ditawarkan sepanjang 2016.

    "Kuartal depan kita akan genjot lagi, kita udah kasih suku bunga menarik," ujar Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi, di sela acara Mandiri Property Seminar, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 29 Agustus 2016.

    Tardi mengatakan program suku bunga itu berlaku untuk nasabah utama Bank Mandiri serta nasabah yang membeli properti melalui pengembang dan agen properti rekanan unggulan Bank Mandiri.

    Selain itu, menurut Tardi, perseroan juga terus memperkuat kerja sama dengan mitra pengembang dan agen penjual, baik secara kualitas maupun kuantitas. Bank Mandiri mencatat ada lebih dari 800 proyek pengembang dan 600 kantor agen penjual yang saat ini merupakan mitra dalam bisnis penyaluran KPR.

    "Untuk penguatan kualitas kerja sama dilakukan melalui penyelenggaraan seminar properti kepada mitra pengembang dan agen penjual," kata Tardi. Sehingga, para mitra tersebut dapat mengetahui perkembangan ekonomi Indonesia terkini, khususnya yang terkait dengan properti.

    Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan penyaluran KPR hingga 8,1 persen pada kuartal II tahun ini. Bank Mandiri telah menyalurkan KPR sebesar Rp 32,2 triliun, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 29,8 triliun.

    Menurut Tardi, pihaknya bisa mencapai pertumbuhan bisnis KPR di level yang cukup baik, yaitu di atas rata-rata pertumbuhan pasar, yang berada di kisaran 5 persen. "Ini kita jadikan salah satu lokomotif pertumbuhan Bank Mandiri," ujarnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.