Denpasar Art Space Dongkrak Sektor Pariwisata Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wayan Gde Yudane dan Dewa Ketut Alit- menampilkan komposisi musik baru dari gamelan Bali. Mereka menulis partitur layaknya musik modern. Komposisi itu dimainkan Minggu (14/1) malam di Nabeshima Creativ Space, Denpasar. TEMPO/Rofiqi Hasan

    Wayan Gde Yudane dan Dewa Ketut Alit- menampilkan komposisi musik baru dari gamelan Bali. Mereka menulis partitur layaknya musik modern. Komposisi itu dimainkan Minggu (14/1) malam di Nabeshima Creativ Space, Denpasar. TEMPO/Rofiqi Hasan

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan "Denpasar Art Space" merupakan sebuah tempat edukasi, apresiasi, serta aktivitas seni budaya kreatif lahir dari seniman Denpasar, menjadi sebuah penyokong pesatnya pertumbuhan pariwisata yang juga diharapkan memberi imbas pada pertumbuhan ekonomi.

    "Tempat ini sebagai salah satu kantong budaya baru yang diharapkan dapat melengkapi sejumlah destinasi pariwisata budaya yang ada di Kota Denpasar," kata Sekda Kota Denpasar Anak Agung Rai Iswara, saat berkunjung ke "Denpasar Art Space", Jumat (26 Agustus 2016).

    Ia mengatakan dengan adanya tempat ini, maka geliat para seniman Kota Denpasar dapat digunakan untuk berkreativitas. Tempat tersebut dapat menambah eksistensi serta menambah kegairahan olah kreatif para seniman.

    Secara pelan namun pasti, kata dia, dukungan seni dengan berbagai aktivitasnya akan selalu diupayakan dengan tujuan untuk mengisi ruang-ruang publik. Selain menyediakan ruang pameran, tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk pelatihan, workshop, diskusi, pemutaran film, pementasan seni pertunjukan, dan kegiatan kreatif lainnya.

    Ke depannya tentu tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu peran serta semua lapisan untuk memperkenalkan Denpasar sebagai Kota Pusaka, Kota Budaya, Kota Kreatif, yang membuat kota ini kian menarik dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara hingga ke pencinta seni dari seluruh penjuru dunia," ujar Rai Iswara didampingi Kadis Pariwisata Denpasar Wayan Gunawan.

    Sementara Koordinator Pameran Seni Denpasar, Wayan Redika didampingi Kartunis, Janggo Pramarta mengaku kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kota Denpasar yakni Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

    Ia mengatakan kota kreatif berwawasan budaya merupakan sebuah landskip tumbuhnya beragam gagasan tentang cipta yang bertumpu pada kemuliaan kebudayaan yang mana sejatinya hal tersebut dapat dimaknai sebagai penawaran dan tantangan bagi insan yang gelisah dalam soal kekaryaan.

    "Dengan dibangunnya Denpasar Art Space merupakan sebuah gagasan yang sangat strategis serta sebuah bentuk komitmen kota budaya menjadi satu ruang pertemuan lintas seni untuk membangun ide kreatif, disamping tempat ini sebagai atmosfer baru di tengah kota," ucapnya.

    Dikatakan, keberadaanya akan menjadi jembatan yang mempertemukan hasil kekaryaan dengan para budayawan dan masyarakat seni yang kemudian akan menjadi nilai-nilai yang meneguhkan keseimbangan yang harmoni.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.