Harga Emas Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "gold" tercetak di atas emas batangan 1 Kg di pabrik pemisahan emas dan perak Oegussa GmbH, Wina, Austria, 16 Januari 2015. Lisi Niesner/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada Kamis atau Jumat pagi WIB, 26 Agustus 2016, setelah seorang anggota Federal Reserve Amerika Serikat mengindikasikan bahwa mereka dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 5,1 atau 0,38 persen menjadi menetap di US$ 1.324,6 per ounce.

    Logam mulia berada di bawah tekanan karena Presiden Federal Reserve Kansas City Esther George menyatakan dukungannya untuk kenaikan suku bunga lebih awal daripada yang diharapkan, berdasarkan komentar-komentarnya pada data AS yang sehat.

    Para investor percaya bahwa bank sentral AS telah terbuka untuk kenaikan suku bunga. Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

    Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah 24 persen pada pertemuan September 2016, 30 persen pada pertemuan November 2016 dan 57 persen pada pertemuan Desember.

    Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut karena Departemen Tenaga Kerja AS merilis sebuah laporan pada Kamis yang menunjukkan angka klaim pengangguran lebih baik daripada yang diperkirakan.

    Klaim pengangguran awal turun 1.000 menjadi 261 ribu pada minggu yang berakhir 20 Agustus. Hal ini menempatkan tekanan pada logam mulia mendorong para investor menjauh dari aset-aset safe haven dan beralih ke investasi yang lebih berisiko.

    Indeks dolar AS juga menempatkan tekanan pada logam mulia karena naik 0,01 persen menjadi 94,79 pada pukul 17.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

    Perak untuk pengiriman September turun 6,7 sen, atau 0,36 persen menjadi ditutup pada US$ 18,489 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 5,2 atau 0,48 persen menjadi ditutup pada US$ 1.077 per ounce, sebut Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.