Suplai Kentang Lokal untuk Camilan Indofood Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kentang. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ilustrasi kentang. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebutuhan kentang sebagai bahan baku makanan ringan produksi Indofood tak lagi hanya mengandalkan impor karena suplai dari petani lokal menguat dari tahun ke tahun.

    "Empat tahun lalu suplai lokal maksimum hanya 20 persen, sekarang hampir 50:50," kata General Manager Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk Indrayana usai Panen Raya Kentang 2016 di Garut, Jawa Barat, Kamis (25 Agustus 2016).

    Petani mitra binaan Indofood di Cikajang, Garut, hari ini Panen Raya Kentang. Seremoni Panen Raya dipusatkan di lahan pertanian milik Nandang Sopadin, yang mendapat penghargaan sebagai salah satu petani terbaik dengan hasil panen meningkat tiap tahun.

    Indofood menjalin kemitraan bersama petani Garut dengan menyediakan bibit kentang varietas Atlantik yang memenuhi standar industri. Hasil panen kentang varietas Atlantik yang sesuai standar kemudian menjadi bahan baku dari produk makanan ringan Lays dan Chitato.

    Perusahaan itu juga memberikan penyuluhan, pembinaan dan pendampingan agar mitra bisa mempraktikkan budidaya pertanian yang baik. Sejak 2009, ada 270 petani dengan luas lahan sekitar 230 Ha yang bergabung dalam kemitraan ini.

    Kemitraan antara petani dan swasta disambut baik oleh pemerintah yang berharap kerja sama itu berujung pada kesejahteraan petani. Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Sri Wijayanti mengatakan ada beberapa persen petani Garut yang hasil panennya di atas rata-rata angka statistik nasional.

    "Pemerintah bangga, mudah-mudahan ini merata ke semua petani," kata Sri.

    Ia menyampaikan pemerintah juga turun tangan dalam membina petani dan menyediakan fasilitas, termasuk pengembangan benih unggul lokal.

    Berdasarkan data Kementerian Pertanian, komoditas benih kentang yang masuk ke Indonesia pada 2012 mencapai 1.791 ton. Jumlahnya turun drastis menjadi 400 ton dua tahun kemudian. Pada 2015, angkanya naik menjadi 1.486 ton dan per Juli 2016 telah masuk 1.653 ton.

    Sementara itu, jumlah impor kentang semakin menurun dari tahun ke tahun. Pada 2012, jumlahnya mencapai 58.141 ton dan berkurang menjadi 39.771 ton tahun lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.