Jalan Tol Brebes Timur-Semarang Bakal Bisa Diakses Lebaran 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan di pintu keluar tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, 3 Juli 2016. Sejumlah kendaraan pemudik, harus rela antre berjam-jam guna pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO

    Antrean kendaraan di pintu keluar tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, 3 Juli 2016. Sejumlah kendaraan pemudik, harus rela antre berjam-jam guna pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mempercepat pembangunan Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi III (Brebes Timur-Tegal) dan seksi IV (Tegal-Pemalang) serta Jalan Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Kementerian menargetkan, pada arus mudik dan balik Lebaran 2017, jalan tol tersebut sudah dapat difungsikan.

    Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Hermanto Dardak dalam rapat kerja dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat yang membahas evaluasi prasarana jalan dan jembatan pada Lebaran 2016.

    "Jalan tol dari Brebes Timur sampai Semarang akan dipercepat pembangunannya agar dapat difungsikan saat arus mudik dan balik Lebaran 2017," katanya dalam siaran pers, Rabu, 24 Agustus 2016.

    Selain mempercepat pembangunan jalan tol, Kementerian akan membangun flyover di perlintasan sebidang kereta api dari Pejagan ke arah selatan di Ketanggungan, Klonengan, dan Paguyangan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut. “Pembangunan ini akan diselesaikan dalam waktu delapan bulan," ucap Hermanto.

    Selain itu, demi mengefisienkan waktu saat transaksi tol, Kementerian berencana meningkatkan penetrasi penggunaan e-payment. Selain itu, peningkatan informasi secara real time, termasuk informasi kondisi jalur alternatif selain jalan tol, akan ditambahkan. "Jadi para pemudik sebelum masuk tol akan memperoleh informasi mengenai kondisi jalan," ujarnya.

    Ke depan, Kementerian juga akan memasang variable message sign di lokasi tol dan mobile VMS sebagai informasi yang aktual bagi pengguna jalan. Hermanto menuturkan rencana pemasangan kamera pengintai (CCTV) untuk memantau kondisi di jalan tol pun akan ditingkatkan.

    Untuk area istirahat, Hermanto mengatakan akan melakukan penambahan pembangunan area istirahat sementara tiap 10-15 kilometer di ruas jalan tol. Tiap area istirahat akan dilengkapi fasilitas minimal, seperti toilet, bahan bakar minyak kemasan, tempat ibadah, dan parkir.

    Dalam raker itu, Komisi V mengusulkan pembentukan panitia kerja yang membahas secara mendalam permasalahan yang terjadi pada masa angkutan Lebaran. Pasalnya, kemacetan parah terjadi di pintu keluar tol Brebes yang baru dibuka tahun ini.

    Ketua Komisi V Fary Djemi Francis mendesak pemerintah meningkatkan koordinasi lintas sektor serta melakukan evaluasi yang lebih rinci dan komprehensif terhadap penanganan arus mudik serta arus balik.

    Kemudian meningkatkan fungsi pengawasan dan penegakan hukum; meningkatkan ketersediaan sarana-prasarana lalu lintas dan angkutan jalan; serta menyediakan sarana-prasarana pencarian dan pertolongan. “Ini tentunya agar kejadian tahun ini tidak terulang kembali pada Lebaran mendatang,” tutur Fary.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.