IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.397,99

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu 24 Agustus 2015. IHSG dibuka merosot 10,34 poin atau 0,19 persen ke level 5.406,81.

    Hingga pukul 9.38 WIB IHSG masih terpantau melemah 26,46 poin atau 0,49 persen ke level 5.390,68. Dari 534 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 17 saham bergerak menguat, 16 saham bergerak melemah, dan 501 saham stagnan.

    Adapun enam dari 10 indeks sektoral terpantau negatif, terutama ditekan oleh sektor infrastruktur yang melemah 1,02 persen dan sektor perdagangan yang turun 0,85 persen. Sektor lainnya bergerak perlahan di zona hijau, terdorong oleh sektor aneka industri yang menguat 0,77 persen.

    Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan IHSG masih melanjutkan pelemahannya seiring penantian akan pidato keputusan arah suku bunga The Fed untuk September 2016 pada Jumat, 26 Agustus, dan imbas pergerakan minyak dunia yang berada di zona negatif hingga 3 persen menuju level US$ 47 per barel.

    Pelemahan minyak tersebut diakibatkan oleh sikap ragu dari para analis maupun pengamat global terhadap perundingan produsen minyak terkait kesepakatan untuk mengatasi kelebihan pasokan minyak dunia yang akan berlangsung bulan depan. "Keadaan ini menjadi katalis negatif bagi laju bursa global," ujar Reza Priyambada dalam pesan tertulisnya Rabu, 24 Agustus 2016.

    Dari domestik, meredanya sentimen tax amnesty menjadi momok tersendiri bagi pelaku pasar. Realisasi dana tebusan yang baru Rp 1,04 triliun dari total target Rp 165 triliun dijadikan momentum aksi jual. "Pelemahan yang terjadi semacam cooling down dari pelaku pasar dalam menantikan sentimen berikutnya untuk mengangkat IHSG," tutur dia.

    Pada perdagangan hari ini Reza memperkirakan IHSG berada dalam rentang support 5.379-5.392, dan resisten 5.435-5.461.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.