Paket Kebijakan Ekonomi XIII Diluncurkan, Harga Rumah Turun?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perumahan di kawasan Tangerang, Banten, 11 Maret 2015. Pembangunan 1 juta rumah oleh pemerintah mencakup rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah komersial untuk kalangan menengah atas. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Perumahan di kawasan Tangerang, Banten, 11 Maret 2015. Pembangunan 1 juta rumah oleh pemerintah mencakup rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah komersial untuk kalangan menengah atas. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan penyederhanaan perizinan dalam membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti yang tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII, bakal menurunkan harga rumah.

    "Pasti lebih murah. Untuk berapanya, silakan tanya REI (Real Estate Indonesia). Saat kami hitung, biaya pengurusan perizinan turun 70 persen, kami hitung bersama REI," kata Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Agustus 2016.

    Hari ini, pemerintah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII tentang Perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan paket kebijakan itu, perizinan pembangunan rumah MBR yang saat ini mencapai 33 izin dan tahapan disederhanakan menjadi 11 izin dan rekomendasi.

    Darmin mengatakan pemangkasan perizinan tersebut juga akan mengurangi waktu pembangunan rumah MBR. Selama ini, perizinan pembangunan rumah MBR dapat memakan waktu hingga 769-981 hari. "Dengan penyederhanaan perizinan ini, pembangun rumah bagi MBR dapat dipercepat menjadi 44 hari," ujar Darmin.

    Selama ini, Darmin berujar, para pengembang besar enggan membangun rumah murah bagi MBR. Karena itu, menurut dia, pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan ini agar pengembang tertarik membangun rumah murah. "Kalau developer besar enggak tertarik, bisa pengembang-pengembang kecil," tuturnya.

    Dengan paket kebijakan ini, Darmin optimistis kepemilikan rumah oleh MBR meningkat. "Masyarakat berpenghasilan rendah lebih punya kemampuan (untuk membeli rumah). Dengan kemampuan yang sama, banyak masyarakat yang bisa membeli rumah," ucap mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.