600 Hektar Hutan di Riau Terbakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, 11 Agsutsu 2016. Jauhnya sumber air dan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan api yang membakar lahan tersebut. ANTARA FOTO

    Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, 11 Agsutsu 2016. Jauhnya sumber air dan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan api yang membakar lahan tersebut. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk menanggulangi kebakaran hutan di Riau, satgas karhutla mengoptimalkan armada bom air.

    Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau, Selasa (23 Agustus 2016), kembali menerbangkan dua unit helikopter MI-8 dan dua Pesawat Air Tractor dalam operasi pengeboman air di empat kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

    Operasi pengeboman air tersebut dilakukan setelah hasil dari patroli udara ditemukan sejumlah titik api di wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Rokan Hulu dan Pelalawan.

    "Helikopter hari ini menargetkan pemadaman di pesisir Riau yakni Bengkalis dan Rokan Hilir. Sementara pesawat Air Tractor di terbang ke Pelalawan dan Rokan Hulu," kata Kasi Base Ops Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Mayor Ferry Duwantoro di Pekanbaru.

    Berdasarkan pantauan udara, Karhutla di Rokan Hilir tepatnya di Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko masih cukup besar. Dari foto yang dirilis Satgas Udara terlihat kebakaran terjadi di hamparan lahan yang cukup luas hingga menghasilkan asap tebal membumbung ke udara.

    Sementara itu di Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, terpantau kebakaran sudah mulai dapat ditanggulangi. Luas lahan yang terbakar jauh lebih kecil dibandingkan di Rokan Hilir namun masih menghasilkan asap tipis.

    Kedua heli MI-8 bantuan BNPB yang mampu mengangkut 4 ton air setiap satu kali terbang itu hingga saat ini masih terus melakukan pengeboman air dengan pengisian bahan bakar di Bandara Pinang Kampai, Dumai.

    Lebih lanjut, operasi pengeboman air di Pelalawan dilakukan di wilayah Kuala Kampar dengan menggunakan pesawat Air Tractor. Selain di Kampar, pengeboman air juga dilakukan di wilayah Bonai, Kabupaten Rokan Hulu.

    Dalam dua pekan terakhir, sejumlah wilayah seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Pelalawan dan Rokan Hulu dilanda Karhutla dengan luas kebakaran mencapai ratusan hektare. Di Rokan Hilir sendiri, kebakaran sempat meluas hingga menyebar ke lima kecamatan. Begitu juga di Dumai, Bengkalis, Pelalawan dan Rokan Hulu, di mana Karhutla telah menghanguskan lahan gambut kering hingga menghasilkan asap tebal.

    Komandan Satgas Karhutla Riau, Brigjen TNI Nurendi menyampaikan total luas kebakaran yang berlangsung selama dua pekan tersebut mencapai 600 hektare. Sementara itu, Nurendi memastikan mayoritas lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat.

    Selain meningkatkan operasi penanggulangan kebakaran lahan, jajaran Polda Riau terus meningkatkan penegakan hukum terhadap pelaku pembakar lahan. Tercatat sejak Januari-Agustus 2016, 11 Polres di jajaran Polda Riau telah menetapkan sebanyak 85 tersangka pembakar lahan.

    "Seluruh tersangka pembakar lahan merupakan petani yang membuka lahan dengan cara dibakar," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.