BI: Utang Luar Negeri Jangka Panjang Mendominasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan utang luar negeri (ULN) pada akhir triwulan II tahun ini bertambah 6,2 persen secara year-on-year (yoy). Menurut dia, berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN didominasi utang jangka panjang.

    Menurut Tirta, ULN jangka panjang pada akhir triwulan II ini mencapai US$ 282,3 miliar atau sekitar 87,2 persen dari total ULN. "Dengan kata lain, meningkat 7,7 persen (yoy) lebih lambat daripada pertumbuhan triwulan I 2016 sebesar 8,4 persen (yoy)," kata Tirta dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Agustus 2016.

    Adapun ULN jangka pendek pada akhir triwulan II ini tercatat sebesar US$ 41,5 miliar atau sekitar 12,8 persen dari total ULN. Tirta berujar, ULN jangka pendek ini menurun 3,1 persen (yoy). "Lebih kecil dibandingkan dengan penurunan pertumbuhan triwulan I 2016 sebesar 9,1 persen (yoy)," tuturnya.

    Meski secara tahunan menurun, Tirta mengatakan, ULN jangka pendek pada akhir triwulan II 2016 ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan sebelumnya. "Dengan perkembangan tersebut, rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa tercatat sebesar 37,8 persen pada triwulan II ini.”

    BacaBI: Utang Luar Negeri RI Kuartal II/2016 Tumbuh 6,2 Persen

    Bank Indonesia mencatat, ULN pada akhir triwulan II 2016 tumbuh sebesar 6,2 persen (yoy). ULN pada akhir triwulan II ini mencapai US$ 323,8 miliar atau sekitar Rp 4.281,28 triliun. ULN jangka panjang tumbuh 7,7 persen (yoy) dan ULN jangka pendek turun 3,1 persen (yoy).

    Sementara itu, berdasarkan pada kelompok peminjam, pertumbuhan tahunan ULN sektor publik meningkat, sedangkan pertumbuhan tahunan ULN sektor swasta menurun. "Rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2016 tercatat sebesar 36,8 persen, sedikit meningkat dari 36,6 persen pada akhir triwulan I 2016," ujar Tirta.

    Sebelumnya diberitakan, ULN Indonesia pada April 2016 tercatat US$ 319,0 miliar atau naik 6,3 persen (year-on-year). Menurut Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada, berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri berjangka panjang meningkat, sedangkan utang luar negeri berjangka pendek masih mengalami penurunan. 

    Berdasarkan kelompok peminjam, utang luar negeri sektor publik meningkat, sedangkan utang luar negeri sektor swasta masih mengalami penurunan. "Berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia didominasi utang luar negeri jangka panjang," ujar Reza, Senin, 20 Juni 2016. 

    ULN berjangka panjang pada April 2016 mencapai US$ 279,3 miliar (87,6 persen dari total utang luar negeri) atau tumbuh 8,3 persen (yoy). Utang ini lebih tinggi daripada pertumbuhan pada Maret 2016, yang mencapai 7,9 persen (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek pada April 2016 tercatat US$ 39,7 miliar (12,4 persen dari total utang luar negeri) atau turun 5,5 persen (yoy), setelah pada Maret 2016 turun 8,4 persen (yoy).

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?