Tax Amnesty, 7 Negara Ini Tempat WNI Simpan Hartanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani Indrawati. dok. TEMPO

    Sri Mulyani Indrawati. dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap negara-negara yang menjadi tempat menyimpan harta warga negara Indonesia di luar negeri. Menurut dia, berdasarkan data sementara hingga 22 Agustus 2016, harta warga Indonesia yang disimpan di luar negeri dan kemudian dilaporkan untuk mengikuti program amnesti pajak paling banyak berasal dari tujuh negara.

    Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, ketujuh negara itu menyumbangn 50 persen dari data sementara keseluruhan deklarasi luar negeri dan repatriasi program pengampunan pajak yang diikuti warga Indonesia.

    Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan data tersebut jumlah deklarasi yang berasal dari luar negeri mencapai Rp 4,79 triliun. Sementara repatriasi mencapai Rp 1,48 triliun. (Baca: Kejar Dana Tax Amnesty, Pemerintah Tambah Kantor Layanan)

    Berikut 7 negara tersebut

    1. Singapura
    Menurut Sri Mulyani, hingga saat ini deklarasi harta kekayaan WNI dari Singapura tercatat paling banyak. “Singapura menyumbang 42 persen dari total harta amnesti pajak per 20 Agustus 2016,” kata Sri di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 22 Agustus 2016.

    Deklarasi harta warga Indonesia yang ada di Singapura tercatat sebesar Rp 4,79 triliun. Namun, hingga saat ini yang baru direpatriasi dari Singapura hanya mencapai Rp1,08 triliun.

    2. Australia
    Dari Negeri Kangguru tersebut, kata Sri Mulyani, deklarasi harta yang dilaporkan WNI mencapai Rp 616 miliar. Namun, saat ini yang direpatriasi baru mencapai Rp 15 miliar.

    3. Hong Kong
    Hong Kong menjadi negara ketiga warga Indonesia yang paling banyak mengikuti program pengampunan pajak. Jumlah deklarasi harta tercatat sebesar Rp 124 miliar dan repatriasi Rp 71 miliar.

    4. Amerika Serikat
    Jumlah deklarasi harta warga Indonesia dari Amerika tercatat mencapai Rp 75 miliar. Sementara jumlah repatriasi Rp5 miliar.

    5 Kanada
    Negara Kanada menempati posisi kelima dengan deklarasi harta sebesar Rp 25 miliar dan repatrasi Rp 1 miliar.

    6. Inggris
    Dari Inggris, harta yang dideklarasikan mencapai Rp 12 miliar. Sedangkan repatriasi mencapai Rp 140 miliar.

    7. Malaysia
    Menurut Sri Mulyani, dari Negeri Jiran Malaysia hanya berupa deklarasi harta sebesar Rp 95 miliar.

    Selain itu, Sri Mulyani mengatakan ada juga laporan deklarasi harta yang berasal dari Cina dan Selandia baru, yakni masing-masing Rp 53 miliar dan Rp 17 miliar. Namun, kata dia, belum ada catatan repatriasi yang berasal dari dua negara tersebut. (Baca: Sebulan, Nilai Amnesti Pajak Masih Sedikit)

    Tiga Jenis Harta Terbesar yang Dilaporkan dalam Amnesti Pajak

    Selain mengungkap asal negara yang menjadi tempat warga Indonesia menyimpan hartanya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga merinci jenis-jenis harta yang dilaporkan. Menurut dia, ada tiga jenis harta yang paling banyak dilaporkan warga Indonesia yang mengikuti program pengampunan pajak.

    Baca: Tebusan Baru Rp 760 M, Dirjen Pajak: Yang Besar Belum Ikut

    1. Kas dan Setara Kas
    Jenis harta Kas dan Setara Kas hingga 20 Agustus 2016 tercatat paling banyak dilaporkan dalam program pengampunan pajak. Jumlah harta jenis tersebut dideklarasikan sebanyak Rp 19,09 triliun. Sementara repatriasinya mencapai Rp 1,22 triliun.

    2. Tanah, bangunan, dan harta tak bergerak lainnya
    Jumlah harta yang dilaporkan dari jenis ini juga cukup banyak, yakni yang dideklarasikan sebesar Rp 9,20 triliun dan repatriasi mencapai Rp 129 miliar.

    3. Investasi dan surat berharga
    Jenis harta ini menempati posisi ketiga yang paling banyak dilaporkan warga Indonesia yang mengikuti program pengampunan pajak, yakni deklarasi sebesar Rp 7,52 triliun dan repatriasi Rp 86 miliar.

    Menteri Sri Mulyani mengatakan ketiga jenis harta tersebut menyumbang sebanyak 88,3 persen dari keseluruhan nilai deklarasi harta. Nilai deklarasi harta per 22 Agustus 2016 sebanyak Rp43,43 triliun. Nilai tersebut berasal dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp37,6 triliun dan deklarasi luar negeri Rp5,83 triliun.

    VINDRY FLORENTIN

    Berita Terpopuler
    3 Konglomerat Terkaya di Indonesia Adalah Pengusaha Rokok
    Dugaan Kartel Skuter Matik Masuk Tahap Pemeriksaan Lanjutan
    Wacana Harga Rokok Rp 50 Ribu, GAPPRI: Itu Hoax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H