Phapros Ekspor Obat ke Nigeria Senilai US$ 1,4 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat-obatan/vitamin/suplemen. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    Ilustrasi obat-obatan/vitamin/suplemen. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Phapros Tbk, anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor farmasi dan alat kesehatan segera mengekspor obat  resep dokter senilai US$ 1,4 juta ke Negeria, Afrika Barat.

    Direktur Utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami mengatakan, dengan direalisasikannya ekspor obat-obatan ke Nigeria berarti perusahaan tersebut  memperlebar sayap bisnisnya hingga ke wilayah Afrika.

    “Adapun sebelumnya di 2014, Phapros telah lebih dulu melakukan ekspor ke Kamboja dengan nilai mencapai lebih dari US$ 100,000,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (22 Agustus 2016).

    Ekspor ke Nigeria karena Nigeria h negara dengan perekonomian terbesar di Afrika Barat. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2015 lalu, PDB Nigeria mencapai US$1,09 triliun dengan peningkatan 2,7%.

    Selain ekonomi yang baik, ukuran pasar yang besar juga menjadi kekuatan dari pasar Nigeria. Jumlah populasi Nigeria mencapai 58,8% dari total populasi di Afrika Barat. “Hal ini menjadikan Nigeria menjadi pasar terbesar di Afrika Barat,” ujarnya.

    Potensi Nigeria juga terlihat dari hasil Trade Expo Indonesia 2015 yang ditandai dengan mayoritas buyer datang dari Nigeria.Untuk menggenjot ekspor kepasarAfrika Barat itu pun, perusahaan farmasi yang sudah lebih dari 60 tahun berdiri ini menjajaki kerja sama dengan salah satu perusahaan farmasi Nigeria bernama Yes Pharma International, Ltd.

    “Pada misi dagang ke Afrika yang digagas Kementerian Perdagangan lalu, kami juga sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Yes Pharma International, Ltd dengan total nilai ekspor lebih dari US$1,4 juta,” tambahnya.

    Adapun produk yang diekspor dengan total nilai tersebut berupa 10 jenis obat resep dokter. Saatini, Phapros sudah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka memasarkan produk INA Shunt – inovasi alat kesehatan yang berguna untuk mengalirkan cairan berlebih pada kepala penderita hidrosefalus.

    Menurut dia, di era perdagangan bebas seperti saat ini, setiap perusahaan nasional dituntut harus bisa bersaing dengan perusahaan asing agar perekonomian dalam negeri bisa tetap tumbuh. Salah satunya adalah dengan melakukan ekspor.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.