Baru Kuasai 2 Persen Pasar, Industri Tekstil Perluas Ekspor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik Tekstil Sritex, Sukoharjo.  Tempo/Andry Prasetyo.

    Pabrik Tekstil Sritex, Sukoharjo. Tempo/Andry Prasetyo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai berpeluang memperluas pasar ekspor ke berbagai negara di dunia, pasalnya pangsa pasar industri tekstil Indonesia baru 2 persen dari pasar TPT dunia.

    "Peluang pasar ekspor tersebut terbuka bagi industri TPT nasional,” kata Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono lewat siaran pers di Jakarta, Senin (22 Agustus 2016).

    Sigit menyampaikan, industri TPT nasional yang mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, desain yang up to date (terkini) dan kemampuan pasok yang cepat akan berpeluang lebih besar menggapai pasar dunia.

    Menurut data Kemenperin, kinerja ekspor industri TPT nasional selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2,28 persen dengan nilai ekspor mencapai 12,28 miliar dollar AS pada 2015. Kinerja ini terbilang lebih baik jika dibandingkan kinerja ekspor nasional sekitar 4,69 persen dan ekspor non migas sebesar 8,92 persen.

    “Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras pemerintah bersama seluruh pelaku industri TPT dalam negeri untuk bisa tetap bertahan menghadapi persaingan global yang semakin tajam,” ujar Sigit.

    Menurutnya, prospek pertumbuhan industri TPT nasional semakin baik pada masa mendatang karena permintaan pasar di dalam negeri yang terus melonjak serta meningkatnya konsumsi dunia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).