BI: Suku Bunga Kredit Perbankan Masih Bisa Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. TEMPO/Seto Wardhana

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) berharap reformulasi suku bunga acuan menjadi tujuh hari atau 7 days repo rate (7DRR) akan mempercepat proses transmisi ke suku bunga deposit dan kredit perbankan. Saat ini, BI menetapkan suku bunga 7DRR berada di level 5,25 persen.

    Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan saat ini suku bunga deposito sudah turun 91 basis point (bps) pasca-penurunan suku bunga acuan sebanyak 100 bps di awal tahun lalu. Sedangkan suku bunga kredit untuk modal kerja dan investasi turun 65 bps, dan suku bunga kredit konsumsi baru 9 bps.

    "Memang menurut saya ruang penurunan suku bunga deposito dan kredit masih ada," ujar Mirza, di kompleks Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta, Senin, 22 Agustus 2016.

    Mirza mengatakan hal ini sudah mulai tercermin dari suku bunga surat utang pemerintah yang dijual ke masyarakat sudah menunjukkan tren penurunan. Contoh terbaru, pemerintah mengeluarkan sukuk tabungan berjangka dua tahun dengan suku bunga 6,9 persen.

    "Dulu pernah 8,2 persen untuk 3 tahun, kemudian 7,5 persen sekarang 6,9 persen," ujarnya. Dengan demikian, kata dia, penurunan suku bunga masih berpeluang terus terjadi.

    Mirza menuturkan, yang tak kalah penting untuk mendorong penurunan suku bunga kredit adalah menjaga inflasi agar tetal terkendali. "Karena kalau inflasi rendah bisa membuat suku bunga rendah, ini juga menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.