Perumnas Bangun 1.117 Unit Rumah Susun di Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusunami. TEMPO/Panca Syurkani

    Rusunami. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Bekasi - Perum Perumnas menggelontorkan anggaran hingga Rp 220 miliar untuk membangun 1.117 unit rumah susun sederhana milik di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan satu tower itu ditargetkan rampung hingga 18 bulan mendatang atau sebelum pelaksanaan Asian Game.

    "Pembangunan satu tower ini merupakan tahap pertama," kata Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo, Senin, 22 Agustus 2016. Rusunami Sentraland Bekasi di Jalan Siliwangi kilometer 7, Kecamatan Rawalumbu, akan dibangun dengan lima tower. Adapun jenis rumah yang dibangun ialah tipe studio dan satu kamar tidur.

    Bambang mengatakan, pembangunan rusunami di atas lahan seluas 3,4 hektare tersebut diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah seperti pegawai pemerintah di daerah maupun di pusat, TNI/Polri, maupun pekerja lainnya. "Ini bagian dari program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.”

    Karena itu, masyarakat mampu dipastikan tak bisa membeli unit Rusunami Sentraland tersebut. Sebab, calon pembeli akan diverifikasi secara selektif sehingga penjualan rumah tersebut tepat sasaran. Adapun harganya dipatok mulai Rp 184-295 juta. "Dari 1.117 unit, yang sudah terjual dalam pameran di Jakarta ada sekitar 60 unit," ujar Bambang.

    Bambang menambahkan, Kota Bekasi dipilih karena pertumbuhan kota di timur Jakarta itu cukup pesat. Bekasi menjadi hunian favorit para kaum urban, apalagi di wilayah tersebut banyak terdapat kawasan industri, sehingga dibutuhkan banyak hunian untuk menampung pekerjanya.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menargetkan 700 ribu unit rumah hingga akhir tahun. Sejauh ini, yang sudah direalisasi sebanyak 400 ribu lebih berada di 12 lokasi di Indonesia, seperti Palembang, Medan, Jakarta dan sekitarnya, serta daerah lain. "Lokasi yang dipilih, yang terdapat kawasan industri," kata dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.