Penyaluran Kredit Bank Mandiri di Jawa Timur Naik 7 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Launching Mandiri Tunas Finance di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (1/4). PT Bank Mandiri Tbk menargetkan pendapatan PT Tunas Financindo Sarana naik 20-30 persen pada 2009. Tempo/Arnold Simanjuntak

    Launching Mandiri Tunas Finance di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (1/4). PT Bank Mandiri Tbk menargetkan pendapatan PT Tunas Financindo Sarana naik 20-30 persen pada 2009. Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Surabaya - Pada triwulan II 2016, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp 55,2 triliun di wilayah Jawa Timur. Angka itu naik sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Penyaluran itu didominasi oleh kredit produktif sebesar Rp 45,6 triliun atau 82,7 persen dari total portofolio di Jawa Timur." Regional CEO Bank Mandiri wilayah Jawa Timur, Agus H. Widodo, menyampaikannya melalui siaran pers, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Untuk usaha menengah, kecil, dan mikro, pembiayaan tersalurkan Rp 9,5 triliun atau tumbuh Rp 7,9 triliun dibanding triwulan II 2015. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) terhimpun sebesar Rp 50,6 triliun atau naik 10 persen dari Rp 45,9 triliun pada akhir Juni 2015. Penghimpunan dana murah, yakni giro dan tabungan, mencapai Rp 32,8 triliun atau meningkat Rp 4,6 triliun dibanding Juni 2015.

    Secara nasional, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) sebesar Rp 19,3 triliun hingga akhir Juni 2016. Atau tumbuh 13,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 17,1 triliun.

    Menurut Agus, laju kenaikan laba operasional itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 13,6 persen menjadi Rp 34,98 triliun. Kenaikan itu dipicu oleh pertumbuhan kenaikan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 13,3 persen menjadi Rp 25,8 triliun serta peningkatan pendapatan jasa (fee based income) sebesar 14,5 persen menjadi Rp 9,2 triliun.

    Pada periode yang sama, perseroan juga berhasil menurunkan beban bunga sebesar 9,3 persen secara tahunan, seiring dengan meningkatnya komposisi dana murah perseroan. “Ini membuktikan Bank Mandiri tetap dapat mengelola produktivitas aset dan bisnis transaksional dengan baik di tengah tantangan perlambatan kondisi ekonomi domestik dan internasional."

    Untuk mengantisipasi tren kenaikan kredit bermasalah (NPL/non-performing loan), Bank Mandiri mengalokasikan pencadangan sebesar Rp 9,9 triliun pada triwulan II 2016. "Ini meningkat dari Rp 4,0 triliun pada periode yang sama tahun lalu."

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.